Kecemasan Menjadi Pintu Masuk Penyakit Alzheimer - Male Indonesia
Kecemasan Menjadi Pintu Masuk Penyakit Alzheimer
MALE ID | Sex & Health

Gelaja meningkatnya kecemasan bisa menjadi tanpa peringatan dini untuk penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer sendiri merupakan kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita akibat gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau perlahan-lahan.

Penyakit Alzheimer - Male IndonesiaPexels.com

Pada fase awal, seseorang yang terkena penyakit Alzheimer biasanya akan terlihat mudah lupa, seperti lupa nama benda atau tempat, lupa tentang kejadian-kejadian yang belum lama dilalui, dan lupa mengenai isi percakapan yang belum lama dibicarakan bersama orang lain. Lalu mengapa kecemasan bisa menjadi pemicu, awal, atau pintu masuk sebagai penyebab penyakit alzheimer?

Laman sciencealert melaporkan bahwa, sebuah penelitian telah lama mempelajari faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan pengembangan Alzheimer, termasuk kondisi neuropsikiatrik seperti depresi. Kini, para ilmuwan mengatakan gejala kecemasan bisa menjadi penanda penyakit stadium awal yang dinamis.

"Bila dibandingkan dengan gejala depresi lainnya seperti kesedihan atau kehilangan minat, gejala kegelisahan meningkat seiring waktu pada orang dengan tingkat beta amyloid yang lebih tinggi di otak," jelas psikiater geriatrik Nancy Donovan dari Brigham and Women's Hospital di Boston, Massachusetts.

Amyloid beta adalah protein yang secara komprehensif dikaitkan dengan penyakit Alzheimer, terbentuk di otak pada gumpalan yang membentuk plak dan mengganggu komunikasi antar neuron. Gangguan itu dianggap sebagai penyebab utama di balik gangguan kognitif penyakit Alzheimer, tapi bisa juga dikaitkan dengan fase pra-klinis, kemungkinan sejauh 10 tahun sebelum penurunan memori didiagnosis.

Donovan dan rekan peneliti memeriksa data dari Harvard Aging Brain Study, sebuah studi observasional lima tahun terhadap 270 pria dan wanita sehat berusia matang tanpa gangguan psikiatri yang aktif. Di antara tes lainnya, peserta menjalani pemindaian otak dan dianalisis untuk depresi setiap tahunnya. Selama penelitian, tim menemukan tingkat beta amiloid yang lebih tinggi di otak dikaitkan dengan meningkatnya gejala kegelisahan dalam kohort.

"Ini menunjukkan bahwa gejala kecemasan bisa menjadi manifestasi penyakit Alzheimer sebelum onset gangguan kognitif," kata Donovan .

Pada titik ini, para peneliti mengakui bahwa masih banyak yang belum kami ketahui tentang bagaimana hubungan antara kecemasan dan beta amyloid ini terjadi dan perlu ditekankan bahwa tindak lanjut longitudinal selanjutnya akan diperlukan untuk memverifikasi apakah peserta yang menunjukkan peningkatan kecemasan berlanjut untuk mengembangkan Alzheimer juga.

Saat ini, hal itu belum ditunjukkan, namun dengan tidak adanya biomarker tunggal yang banyak digunakan untuk deteksi dini Alzheimer, tim tersebut menganggap bahwa tes kecemasan bisa menjadi alat yang berguna - walaupun hanya untuk membantu mempersempit lapangan di mana pasien mungkin paling berisiko.

"Ini bukan hasil yang pasti, tapi ini memperkuat argumen bahwa perubahan neuropsikiatrik mungkin terkait dengan amiloid ini," Donovan menjelaskan kepada Boston Herald.

SHARE