Dua Lipa, Dari Pintu Klub Malam ke Panggung Dunia  - Male Indonesia
Dua Lipa, Dari Pintu Klub Malam ke Panggung Dunia 
Sopan Sopian | News

Dua Lipa merupakan penyanyi penulis lagu, dan model asal Inggris yang sedang naik daun di 2018 ini. Mengapa tidak, Hanya dalam waktu lebih dari setahun, telah merilis enam hit sukses dan memiliki dua single teratas dengan single nomor satu yang mejeng di tangga lagu terlaris, "New Rules".

FOTO: TM/wikipedia

Dua Lipa mengawali karir musiknya sejak usia belia, yakni 14 tahun. Saat itu ia mulai meng-cover lagu artis lain di Youtube. Kemudian, Pada tahun 2015, dia menandatangani kontrak dengan Warner Bros Records. Pada bulan Agustus 2015, dia merilis single pertamanya "New Love" yang diproduksi oleh Emile Haynie dan Andrew Wyatt. 

Pada bulan Oktober 2015 ia merilis single keduanya "Be the One" yang ditulis oleh Lucy "Pawws" Taylor. "Be the One" meraih kesuksesan di seluruh Eropa, mencapai nomor satu di Belgia, Polandia dan Slovakia, serta masuk dalam 10 besar di lebih dari 11 wilayah Eropa. Di Australia dan Selandia Baru, lagu tersebut sukses diputar.

Pada tanggal 18 Februari 2016, Lipa merilis single ketiganya "Last Dance", diikuti oleh "Hotter than Hell". Pada tanggal 6 Mei "Hotter than Hell" menjadi hit di seluruh dunia, terutama di Inggris. Pada tanggal 26 Agustus, single kelimanya "Blow Your Mind (Mwah)" sudah dirilis. Lagu ini menjadi entri pertamanya di Billboard Hot 100 AS.

"Blow Your Mind (Mwah)" juga menduduki puncak tangga lagu Billboard Dance Club Songs dan mencapai nomor 23 di bagan Billboard Mainstream Top 40. Di tempat lain, lagu tersebut mendapat kesuksesan moderat, mencapai 20 besar di Belgia, Hungaria, Selandia Baru dan Skotlandia. Di Inggris, single ini memuncak. Dan menjadikan single ini single kedua tertinggi penyanyi ini di wilayah Inggris.

Pada bulan November 2016, Sean Paul merilis single "No Lie" yang berduet dengan Lipa. Pada bulan Desember 2016, sebuah film dokumenter tentang Lipa diterbitkan oleh majalah Fader, yang berjudul "See in Blue". Pada bulan Januari 2017, Martin Garrix merilis single "Scared to Be Lonely" bersama Lipa.

Debut album studionya dirilis pada 2 Juni 2017. Single keenam dari album ini "New Rules", merupakan single nomor satu Lipa pertama di Inggris. Lagu ini juga menjadi lagu pertama di hampir dua tahun oleh seorang artis solo perempuan yang mencapai posisi puncak di Inggris, yang sebelumnya di isi oleh "Hello" milik Adele pada 2015.

FOTO: Danielahskarlsson/wikipedia

Bekerja Sebagai Penjaga Pintu Klub
Dua Lipa adalah orang Albania. Orang tuanya adalah etnis Albania dari Pristina, ibu kota Kosovo. Seperti banyak orang Albania lainnya, orang tua Dua bermigrasi ke Barat, karena kekerasan dan penindasan di tahun 1990an. Tapi anak perempuan mereka lahir di London, Inggris.

Ketika Kosovo sudah aman, kala itu juga Lipa sudah berusia 11 tahun, dia pindah bersama keluarganya kembali ke Kosovo. Selama di Kosovo inilah Lipa kerap meng-cover lagu-lagu lewat dunia maya, Youtube. Kemudian, ketika usianya berinjak pada usia 16 tahun, Lipa meyakinkan orang tuanya untuk kembali ke London, karena dia ingin menjadi seorang penyanyi. Akhirnya tanpa memiliki saudara, ia sendiri berangkat kembali ke London.

Sebagai remaja mandiri, dia banyak bekerja untuk membayar tagihan. Kala itu, ia bekerja sebagai penjaga pintu klub malam. "Saya bekerja di sebuah klub malam, dan itu adalah pekerjaan terburuk yang pernah saya lakukan. Saya memiliki manajemer yang mengatur siapa saja yang bisa masuk, dan sampai suatau saat, di mana saya harus menolak teman saya sendiri. Saat itulah aku merasa seperti mendapat panggilan untuk keluar (resign), oke aku keluar," tutur Lipa dalam laporan glamourmagazine.

Meski begitu dari sanalah justru dia memiliki cukup inspirasi untuk lirik baru. "Drama setiap malam, sisi gelap kehidupan malam, mereka menjadi sesuatu yang menginspirasi saya dalam menulis (lagu)," kata Lipa seperti mengutip laman kosovo-info.

FOTO: Harald Krichel/wikipedia

Menggambarkan Musiknya Sendiri sebagai "Dark Pop"
Meski memiliki kisah yang pilu sebagai penjaga pintu klub malam. Namun langkahnya menjadi penyanyi dunia tidak dipungkiri bahwa lipa dari masa kecilnya telah mengeyam pendidikan di Sekolah Teater Sylvia Young. Ditambah lagi, ayahnya adalah Dukagjin Lipa, penyanyi rock Albania.

"Ayah saya adalah seorang pemusik jadi saya selalu benar-benar diilhami olehnya dan tinggal di rumah musik yang benar-benar musikal," katanya pada glamourmagzine

"Itulah hal-hal yang benar-benar mengilhami saya dan saya merasa tidak mungkin mengalami hal seperti sekarang ini. Orang tua saya banyak mendengarkan Bowie, Bob Dylan, Stereophonics and Sting - The Police, Radiohead," ucap wanita tujuh tato di tubuhnya ini.

Dibalik itu semua, ketika masih bersama ayahnya dan duduk dibangku sekolah dasar, Lipa juga ternyata pernah diremehkan oleh gurunya, di mana ia mengatakan bahwa dirinya tidak bisa mencapai nada tinggi dan mustahil menjadi seorang penyanyi. Tentu saja anggapan guru tersebut salah besar. Tapi berkat ungkapan guru tersebut, membuat Dua termotivasi seperti sekarang ini.

Berkat usahanya itu, Lipa memiliki sejarah yang baik, di mana ia menjadi wanita yang paling banyak dinomasikan di Inggris. Dia telah menerima lima nominasi termasuk Album Terbaik untuk album debutnya sendiri, Due Lipa.

Atas kesuksesnnya itu, Lipa pun memberikan genre musiknya sendiri. Menurutnya genre musik yang ia bawakan adalah "Dark Pop" di mana inspirasinya berawasal dari kesedihan dirinya sendiri. "Sebagian besar inspirasi saya berasal dari kesedihan karena ini adalah emosi yang melekat di belakang pikiran saya dan cara termudah untuk menyelesaikannya adalah melalui musik," dia menjelaskan dalam sebuah wawancara.** (SS)
 

SHARE