Manfaat Berpegangan Tangan dari Segi Ilmiah | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Manfaat Berpegangan Tangan dari Segi Ilmiah
Gading Perkasa | Sex & Health

Apakah Anda sering berpegangan tangan dengan kekasih saat jalan bersama? Bila benar demikian, Anda akan menemukan begitu banyak manfaat di baliknya, terutama dari segi ilmiah.

berpegangan tangan-male Indonesiapexels.com

Sudah menjadi anggapan umum bahwa hubungan intim dan bercumbu mesra dapat membuat setiap orang merasa lebih dekat serta rileks pada pasangan mereka. Namun rupanya, berpegangan tangan juga berefek baik bagi hubungan. Kok bisa?

Berdasarkan penelitian terbaru, genggaman tangan mampu mengurangi rasa sakit bahkan menyinkronkan gelombang otak antara Anda dan pasangan. Penelitian yang dilakukan para periset di University of Colorado ini diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Periset ingin mengeksplorasi sinkronisasi interpersonal, yang pada dasarnya adalah gagasan bahwa manusia dapat menyelaraskan fungsi tubuh seperti bernapas. “Kami telah mengembangkan berbagai cara untuk berkomunikasi di dunia modern dan interaksi fisik lebih sedikit. Penelitian ini menjelaskan betapa pentingnya sentuhan manusia,” ujar Pavel Goldstein, penulis penelitian sekaligus peneliti di Cognitive and Affective Neuroscience Lab, Colorado University Boulder.

Demi kepentingan riset, peneliti mengumpulkan 22 pasangan yang telah bersama setidaknya kurun waktu satu tahun. Meraka dihadapkan pada serangkaian skenario sembari dihubungkan ke mesin electroencephalography (EEG) untuk mengukur gelombang otak.

Uji yang dilakukan mencakup duduk di satu ruangan tanpa bersentuhan, duduk bersama sembari berpegangan tangan dan duduk di kamar terpisah. Wanita juga diberikan sedikit sentuhan rasa sakit.

Ada sedikit sinkronisitas gelombang otak yang terjadi pada pasangan di ruangan sama namun tidak bersentuhan. Saat mereka diizinkan duduk bersama sembari menggenggam tangan masing-masing, koneksi gelombang otak menjadi semakin kuat.

Menariknya, saat pria memegang tangan pasangan mereka, pikiran jauh lebih selaras dan lebih berempati, sehingga sakit pada wanita mereda. Sementara bagi pria sendiri, mereka merasa sangat berhubungan erat dengan pasangannya.

Sebaliknya, saat mereka tidak diizinkan kontak fisik, sinkronisitas gelombang otak mengalami penurunan. “Tampaknya rasa sakit benar-benar mengganggu sinkronisasi interpersonal antara pasangan, dan sentuhan membawanya kembali,” tutur Pavel. Ia juga menyimpulkan, seseorang bisa saja berempati sewaktu pasangan kesakitan. Namun tanpa sentuhan, sangat sulit menunjukkan empati tersebut.

Para peneliti mengungkapkan, temuan mereka sesuai dengan penelitian sebelumnya yang meneliti sinkronisasi detak jantung dan pola pernapasan. Di samping itu, berpegangan tangan memiliki sejumlah manfaat dimana membuat Anda lebih dekat dan terhubung pada pasangan.

Skala kecil penelitian yang mereka lakukan memang masih perlu ditelaah lebih lanjut. Kendati demikian, cukup jelas bahwa sentuhan memperbaiki perasaan kedua belah pihak, menumbuhkan empati serta mengurangi rasa sakit fisik.**GP

SHARE