Menikmati Malam, Menunggu Pagi di Yogyakarta | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Menikmati Malam, Menunggu Pagi di Yogyakarta
Sopan Sopian | Relax

Menunggu pagi di Yogyakarta, menjadi salah satu pemandangan dan wisata malam yang berbeda ketika berada di Yogyakarta. Hiruk pikuk malam hari kota pelajar ini memiliki daya tarik tersendiri jika Anda bisa menikmatinya dengan baik.

FOTO: destiawan nur agustra/pexels.com

Ya, menunggu pagi di Yogyakarta jarang sekali setiap wisatawan merasakannya. Selain para backpacker atau solo traveler yang memang sengaja mencari hal di luar kebiasaan wisatawan lain. 

Mungkin wisatawan lain ketika datang ke Yogyakarta meski tengah malam, tidak jarang mencari penginapan lebih dahulu ketimbang menikmati apa yang ada di depan mata. 

Banyak cerita yang bisa Anda ceritakan baik lewat blog, instagram, atau laman media sosial lainnya, bahkan ke teman Anda sendiri jika Anda bisa melihat sisi malam kota gudeg sambil menunggu pagi di Yogyakarta. 

Kafe 24 Jam di Stasiun

Jika Anda tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta malam hari atau pagi-pagi buta, untuk menunggu pagi datang, Anda bisa memilih santai sejenak di kafe atau restoran yang ada di stasiun. Karena memang di stasiun ada yang namanya Toegoe Resto yang buka 24 jam. 

Resto ini memang diperuntukan untuk mereka yang datang atau baru saja datang tengah malam. Pesanlah segelas teh hangat bisa membuat badan menjadi lebih rileks setelah melakukan perjalanan panjang. Manfaatkan fasilitas WiFi dari warung setempat untuk melanjutkan streaming video yang Anda suka atau mengabadikan sesuatu ke media sosial Anda. Tanpa sadar, pagi pun akan datang dengan cepat.

Selain Toegoe Resto, ada juga Loko Cafe, kedua tempat istirahat atau tempat santai yang buka 24 jam ini ada tidak hanya di stasiun, tetapi juga di bandara. Jadi, bagi Anda yang menggunakan moda transportasi udara. Anda juga tidak perlu khawatir untuk tempat merehatkan badan sejenak dengan teh hangat atau kopi.

Wisata Kuliner Malam
Sabtu pagi akhirnya muncul, mata hari sudah terbit diupuk timur. Bergegas mencari penginapan. Kantuk sudah tidak bisa ditawar lagi. Banyak losmen atau hotel di Yogyakarta untuk pilihan merebahkan badan di sini. Bagi Anda yang memang wisata dadakan atau memilih jalur backpacker, losmen bisa menjadi pilihan tepat. Istirahatkan badan Anda dengan tidur yang cukup. Untuk mempersiapkan wisata malam Anda.   

Wisata kuliner bisa menjadi wisata pertama ketika Anda telah membuka mata malam hari setelah istirahat dan badan bugar. Menikmati jalan-jalan tidak hanya mencari tempat wisata. Apalagi malam hari. Tapi menikmati suasana dan mencari makanan otentik adalah sesuatu yang berbeda dari berwisata. 

Banyak kuliner Yogyakarta yang bisa dinikmati malam hari, penjual nasi gudeg, angkringan lainnya juga banyak, sudah menjadi pemandangan biasa. Jajanan seperti inilah yang luar biasa menikmati malam di Yogyakarta. Ketika menikmati wisata kuliner, Anda tidak hanya memanjakan perut, namun bisa saling berkenalan dengan pengunjung lain yang merasa lapar di malam hari.

Tidak ada ruginya pasti ketika Anda bisa berkenalan dan saling bertukar pengalaman sambil menikmati makanan khas Yogyakarta. Bisa bertukar informasi trip wisata atau hal-hal yang memang belum Anda ketahui soal Yogyakarta itu sendiri dari penduduk setempat (jika Anda berbincang dengan penduduk setempat).

Menikmati Malioboro di Tengah Malam

Beruntunglah Anda yang berwisata ke daerah asal gudeg ini dengan kereta api. Dari Stasiun Tugu, hanya diperlukan waktu 10 menit jalan kaki untuk sampai di Malioboro. Kalau di jam-jam biasa, Malioboro nakan dipadati orang. Nah, di saat-saat seperti ini (malam hari) Anda bisa menikmati Malioboro yang lenggang dan lapang. Cobalah duduk manis di salah satu angkringannya. Segelas kopi tubruk pasti mampu menghilangkan kantuk Anda.

Ingat, pengalaman tidak datang dari hal-hal yang biasa orang lakukan. Tetapi hal-hal yang justru bisa Anda nikmati ketika orang lain tidak dapat menikmatinya. Bergadang dengan kopi tubruk pastinya Anda akan merindukan ketika telah tiba di kota asal Anda. Maka nikmatilah dengan seksama.

Dari Angkringan ke Angkringan
Apa yang membuat Anda rindu Yogyakarta? Nasi kucing, gudeg atau apa? Bagi beberapa wisatawan, semua itulah yang membuat dada sesak merindukan kota ini. Bagi pecinta malam, ini adalah wisata luar biasa. Bukan cuma siang liburan, panas-panasan, bermacet ria, malam tidur di losmen atau hotel. Ini saatnya menikmati Yogyakarta yang tidak biasa.

Setelah menikmati gudeg, kopi tubruk. masih banyak angkringan lain. Carilah sedikit cemilan seperti gorengan, nasi kucing dengan seabrek lauk, menjadi teman sejati menunggu pagi di Yogyakarta. Setelah perut terisi, rasanya ada hal yang tertinggal belum mengisi tenggorokan. Anda bisa menebaknya? Ya, kopi joss.

Kopi joss jangan sampai tertinggal saat berwisata di Yogykarta. Namun perlu Anda ketahui. Jangan berdiam saat memesan kopi joss. Bukalah obrolan dengan penjualnya, Anda akan mendapatkan cerita legenda yang belum Anda ketahui soal minuman otentik ini.

Jalan-jalan (kaki) ke Kota Tua

Tak jauh dari Malioboro, ada nol kilometer yang juga ikon wisata Yogyakarta. Di sini, Anda bisa menyaksikan kemegahan kota tua yang terlihat jelas dari beberapa bangunannya. Seperti kantor Bank Indonesia, Kantor Pos, juga BNI. Cari spot sempurna untuk menangkap momen sunrise di titik ini. Kapan lagi Anda akan menyaksikan matahari terbit di kota tua Yogyakarta? Sungguh akan jadi pengalaman yang tak terlupakan. ** (SS)

SHARE