Agnostic Front, “The Real” New York Hardcore​​​​​​ | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Agnostic Front, “The Real” New York Hardcore​​​​​​
Gading Perkasa | News

Pecinta musik underground mana yang tidak mengenal Agnostic Front. Mereka adalah band beraliran hardcore-punk asal Amerika Serikat yang terbentuk pada tahun 1980.

Montecruz Foto/flickr

Agnostic Front lahir dari ide gitaris Vinnie Stigma yang merekrut Vincent Capuccio (vocal), Diego (bass) dan Rob Krekus (drum). Pada perkembangannya, sejumlah personel keluar dan silih berganti. Line up mereka sekarang adalah Roger Miret (vocal), Vinnie Stigma (guitar), Craig Silverman (guitar), Mike Gallo (bass) dan Pokey Mo (drum).

Ketika awal didirikan, band ini memainkan musik-musik kaum skinhead dan tak ayal membuat mereka sempat dicap sebagai penganut paham ultra nasionalis atau fasis politik. Hal itu dibantah oleh Roger Miret dalam wawancara di Flipside tahun 1985. “Skinhead di Inggris barangkali punya citra buruk seperti fasis dan sejenisnya. Tapi ini Amerika, bukan Inggris. Kami sangat berbeda, dan cinta negara kami,” ujar Roger.

Di tahun 1984, mereka merilis Victim in Pain, album yang sering disebut-sebut mengawali lahirnya aliran “New York” hardcore di sekitar CBGB. Sebuah tempat dimana mereka bermain dengan The Cro-Mags dan Murphy’s Law.

GothEric/wikipedia

Dua tahun berselang, album bertajuk Cause for Alarm mulai menambahkan unsur thrash metal, walau terkendala perubahan personel yang datang dan pergi. Bersama Suicidal Tendencies dan Stormtroopers of Death, Agnostic Front menjadi kejutan di kancah crossover thrash.

Pada album Liberty and Justice for… (1987), aroma thrash metal sudah tidak lagi kental, tergantikan oleh ketukan hardcore-punk dan diisi solo guitar. Hanya saja penjualan album kurang laris dibandingkan sebelumnya.

Lantaran sempat terjerat obat-obatan terlarang, sang vokalis, Roger harus mendekam di balik jeruji. Di sinilah ia menulis sebagian besar lagu untuk album One Voice, berkolaborasi bersama Madball dan Sick of it All. Mereka menggelar pertunjukan terakhir di CBGB pada 20 Desember 1992 dan memutuskan berhenti.

Lama vakum, Vinnie dan Roger merestrukturisasi Agnostic Front di bulan Desember 1996. Album comeback mereka, Something’s Gotta Give, laris manis di pasaran dan banyak mendapat tanggapan positif dari kritikus musik dunia.

Boleh dibilang, hampir setiap lagu mereka menginspirasi sejumlah band yang berkecimpung di scene musik hardcore. Di antaranya Crucified, Us Against the World, For My Family dan Addiction. 2015 lalu, mereka merilis The American Dream Dead di bawah Nuclear Blast Records dengan sentuhan old style.

Bagi Anda penggemar berat Agnostic Front, ada kabar baik. Roger dkk akan tur ke sejumlah kota di benua Asia di pertengahan 2018 mendatang, termasuk Denpasar (4 Mei) dan Jakarta (5 Mei). Mengenai venue tur bertajuk “Agnostic Front S.E Asia/Japan 2018” ini masih menunggu pengumuman selanjutnya. Are you ready Hardcore Crew?**GP

SHARE