Film Death Wish: Perjuangan Mencari Keadilan | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Film Death Wish: Perjuangan Mencari Keadilan
Gading Perkasa | Review

Film Death Wish merupakan remake dari film bergenre action thriller dengan judul sama yang sempat booming di tahun 1974, diangkat dari novel karangan Brian Garfield di tahun 1972 dan disutradarai Wendell Mayes. Kala itu, Charles Bronson (Paul Kersey), seorang arsitek asal New York diceritakan berjuang mencari keadilan lewat caranya sendiri.

Sedangkan film Death Wish versi terbaru (2018) garapan Eli Roth memiliki jalan cerita yang tidak jauh berbeda. Hanya saja latar belakang lokasi berada di Chicago era modern dengan angka kriminalitas cukup tinggi, dan karakter Paul Kersey bukan lagi seorang arsitek, melainkan dokter bedah.

Kiprah Eli Roth dalam menghasilkan film thriller sudah tidak perlu diragukan lagi. Sebelumnya, dia menyutradarai Cabin Fever (2002), Hostel (2005), The Green Inferno (2013), Knock Knock (2015) serta 20 judul lain yang mayoritas bergenre serupa. Karena Death Wish merupakan remake, Roth berharap bisa mengungguli film thriller lainnya.

Tokoh di dalam film antara lain Bruce Willis (as Paul Kersey), Elisabeth Shue (Lucy Rose Kersey), Camila Morrone (Jordan Kersey) dan Vincent D’Onofrio (Frank Kersey). Paul, yang awalnya hidup bahagia bersama keluarganya harus menghadapi kenyataan pahit manakala rumahnya diserbu kawanan perampok dan mengakibatkan sang istri tewas, sementara Jordan dalam keadaan koma tak sadarkan diri di rumah sakit.

Tragedi itu membuat Paul dilanda depresi. Dua detektif yang menangani kasusnya tak kunjung menemukan titik terang. Kesehariannya sebagai dokter bedah berubah menjadi seorang vigilante, pembunuh berdarah dingin yang berniat membalas kematian istrinya. Ya, orang sebaik apapun dapat berubah drastis apabila hal yang mereka sayangi direnggut begitu saja.

Jika Anda biasa melihat Bruce Willis mendapat peran sebagai seorang polisi atau detektif, di film Death Wish, perannya sebagai dokter sekaligus ‘pengadil’ jalanan juga tak kalah apik. Ia memang tidak terlalu menonjolkan aksi berbahaya seperti film yang dibintangi sebelumnya. Meski demikian, akting Bruce tetap patut diacungi jempol.

Jalan cerita film cukup menegangkan. Diiringi adegan baku tembak, kekerasan bahkan hingga penyiksaan sadis penuh darah ala film bergenre gore, Saw’. Terlepas dari itu semua, drama dan humor yang diselipkan membawa penonton tersentuh dan meredakan ketegangan selama film berlangsung.

Bagi Anda yang menyukai film action thriller serta rindu dengan aksi seorang Bruce Willis, maka Death Wish tidak boleh Anda lewatkan. Penasaran akan kelanjutan kisahnya?**GP

SHARE