Bahayakah Mengisi Baterai Smartphone Semalaman? | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Bahayakah Mengisi Baterai Smartphone Semalaman?
Gading Perkasa | Digital Life

Adalah barang wajar jika orang-orang mengisi baterai smartphone saat dayanya sudah benar-benar habis. Bahkan terkadang orang membiarkan perangkatnya terisi daya semalaman penuh sementara mereka tertidur pulas.

mengisi baterai - Male Indonesiapixabay.com

Di sisi lain, masih banyak orang beranggapan bahwa mengisi baterai smartphone terlalu lama apalagi sampai semalaman bisa berbahaya, seperti baterai jebol kemudian menyambar perangkat sehingga tidak lagi dapat digunakan. Benarkah demikian?

Patut digarisbawahi, anggapan di atas salah besar. Justru boleh dibilang dampak buruk dari kebiasaan tersebut adalah nihil. Sudah penasaran MALEnials? Inilah empat alasan mengapa mengisi baterai smartphone semalaman tidaklah berbahaya. Let’s go!

Perangkat Sudah ‘pintar, Begitu pula Baterainya
Sesuai namanya, smartphone pasti telah dibekali kemampuan cukup pintar. Oleh karena itu, perangkat mampu menghitung berapa daya yang masuk ke baterai dan menyesuaikannya ketika hampir penuh.

Menurut pihak Anker, perusahaan daya smartphone, seluruh perangkat saat ini sudah disematkan built-in chipset dimana akan mencegah proses charging ketika baterai terisi 100%. Dengan catatan, charger yang Anda gunakan asli.

Nyaris Seluruh smartphone Dibekali Baterai non-removable
Kalau Anda sadari, sebagian besar smartphone sudah mengadopsi baterai non-removable, artinya tidak bisa diganti sesuka hati. Berbeda dari beberapa tahun ke belakang yang masih menggunakan konsep baterai removable.

Melihat tren itu, sepertinya Anda tidak perlu mengkhawatirkan lagi perihal masalah baterai akan jebol dan sebagainya. Seperti poin sebelumnya, smartphone sekarang dibekali kemampuan canggih untuk menjaga kesehatan baterai.

Pengisian Daya Berdasarkan Siklus
Sejatinya, belum ada indikator pasti terkait penghitungan daya baterai pada smartphone. Namun menurut Kyle Wiens, pakar iFixit, umur sebuah baterai dilihat dari cycle count alias siklus pengisian daya. Cycle count sendiri dihitung berapa lama waktu yang dibutuhkan demi mengisi baterai hingga penuh. Mudahnya, jika Anda menghabiskan separuh daya lalu mengisinya kembali sampai 100%, maka siklusnya hanya terhitung setengah.

Seiring Berjalannya Waktu, Anda tentu ingin mengganti smartphone
Kyle Wiens menambahkan, rata-rata baterai smartphone bakal bertahan hingga 400 cycle count. Melihat angka tersebut, performa daya baterai smartphone Anda diperkirakan baru menurun paling tidak antara satu sampai dua tahun. Karena rentang waktunya lama, mungkin saja Anda berpikiran ganti smartphone yang lebih canggih, kan? Jadi, penurunan daya tahan baterai bukan masalah besar.**GP

SHARE