Segara Anak: Danau Biru di Kaldera Gunung Rinjani | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Segara Anak: Danau Biru di Kaldera Gunung Rinjani
Gading Perkasa | Relax

Mendaki Gunung Rinjani di Lombok rasanya belum sah jika MALEnials tidak mampir ke Danau Segara Anak. Memang betul, untuk mencapai danau ini bukan hal mudah, karena medannya yang cukup ekstrem.


Neils Photography/flickr

Segara Anak menjadi salah satu danau tertinggi di Indonesia. Sebab, lokasinya berada di ketinggian sekitar 2.010 mdpl. Perjalanan dari Desa Senaru menuju ke sana membutuhkan waktu kurang lebih dua hari satu malam. Dimulai dengan mendaki hutan hujan tropis dan meniti tepi kawah.

Pendakian terasa menantang ketika Anda berjalan semakin jauh. Medan curam dan tebing tinggi harus ditaklukkan. Namun semua itu akan terbayar setelah Anda tiba di puncak.

Di sana, Anda dapat menyaksikan panorama matahari menakjubkan, Pulau Bali dan Kepulauan Gili dari kejauhan serta birunya air Danau Segara Anak yang memesona dan menyerupai air laut, sesuai namanya, ‘anak laut’. Hal menarik lainnya adalah Gunung Baru Jari yang berada di tengah-tengah danau.


Petter Lindgren/wikipedia

Para wisatawan juga diperbolehkan memancing di danau ini. Saking asyiknya menghabiskan waktu, banyak yang memasang kemah di sana. Bagian atas kawah memang menjadi tempat kemah populer bagi wisatawan lokal maupun mancanegara guna melewati malam hari.

Berendam di Sumber Air Panas
Di sekitar Danau Segara Anak terdapat beberapa sumber air panas dengan tingkat berbeda. Anda bisa berendam atau hanya sekadar mencelupkan kaki. Berdasarkan penuturan penduduk setempat, jika seseorang berendam di sumber air panas tersebut maka segala macam penyakit akan terobati.

Selain sumber mata air juga ada pohon tua yang dianggap keramat. Kabarnya, pohon ini dapat mengabulkan keinginan seseorang. Banyak wisatawan yang menggantung sebuah batu di pohon lalu mengucapkan keinginan mereka. Ada yang meyakini, bahwa Segara Anak merupakan tempat persemayaman para dewa. Sementara pendapat lain mengatakan danau ini sebagai tempat peristirahatan para wali.


Ramantara/wikipedia

Jangan lupa menjelajahi beberapa gua di sana. Antara lain Gua Payung, Gua Manik dan Gua Susu. Yang terakhir disebutkan hanya berjarak sekitar satu kilometer dari danau dan mempunyai nilai-nilai khusus bagi masyarakat Suku Sasak dan umat Hindu di Lombok.

Sekadar informasi, di tahun 1980-an, daerah danau dipenuhi beragam satwa liar. Dari belibis, burung enggang dan rusa. Spesies monyet bisa ditemukan di dalam hutan, termasuk monyet daun yang sangat langka dan kera jambul hitam asli Indonesia. Sayang, banyak dari mereka mulai menghilang akibat ulah manusia. Sisanya hanya belibis yang berada di sepanjang rute pendakian. Diperkirakan jumlahnya tinggal seratus ekor.**GP

SHARE