Timnas Belgia, Kuda Hitam di Piala Dunia 2018 | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Timnas Belgia, Kuda Hitam di Piala Dunia 2018
Sopan Sopian | Sport & Hobby

Pada gelaran Piala Dunia 2018, timnas Belgia menjadi tim Eropa yang pertama kali lolos ke putaran Final. Lolosnya Timnas Belgia didapat usai Red Devils menang 2-1 atas Yunani pada laga kedelapan Grup H di Karaiskakis Stadium, Piraeus, Senin (4/9/2017) dini hari WIB.

FOTO: Flickr upload bot/wikipedia

Kemenangan timnas Belgia atas Yunani tersebut memang terbilang panas. Belgia baru bisa mecetak gol di menit ke-70 melalui Jan Vertonghen. Selang tiga menit kemudian, tuan rumah menyamakan kedudukan lewat Zeca. Semenit kemudian, Romelu Lukaku memberikan kemenangan bagi Belgia.

Piala Dunia 2018 menjadi partipasi ke-13 Belgia di putaran final, Belgia mulai mencapkan di lapangan hijau Piala Dunia pada tahun 1930 yang diselenggarakan di Uruguay, lalu mereka bermain lagi pada tahun 1934, 1938, 1954, 1970, 1982, 1986, 1990, 1994, 1998, 2002, 2014, dan 2018. Pada gelaran Piala Dunia 2010, Belgia tidak lolos pada putaran kualifikasi.

Lolosnya timnas Belgia di Piala Dunia 2018, digadang-gadang akan menjadi salah satu tim kejutan, bahkan akan menjadi kuda hitam dalam hajatan bergengsi sepak bola empat tahunan ini. Hal ini bukan sekadar omong kosong, karena di semua lini terisi para pemain bintang yang berkelas, bahkan hingga di barisan cadangan.

Thibaut Courtois-FOTO: Ben Sutherland/flickr

Kehadiran kiper utama Chelsea, Thibaut Courtois di bawah mistar menjadi tantangan sendiri bagi lawan. Catatan kecil, pelapis Courtois adalah jagoan Liverpool, Simon Mignolet. Di barisan pertahanan, Vincent Kompany akan memimpin Jan Vertonghen, Thomas Vermaelen, Toby Alderweireld dan Thomas Meunier. Untuk urusan pemain tengah dan gelandang serang, Belgia bertabur bintang.

Radja Nainggolan, Marouane Fellaini, Moussa Dembele, Axel Witsell, Adnan Januzaj, Nacer Chadli, Eden Hazzard hingga raja assist Premier League saat ini, Kevin De Bruyne jadi jaminan mutu kemegahan Belgia. Untuk juru gedor jala lawan Belgia menyerahkannya pada striker bertubuh raksasa Manchester United, Romelu Lukaku. Pilihan lainnya terdapat nama Michy Batshuayi, Christian Benteke dan Kevin Mirallas.

Nama-nama yang akan membuat lawan merinding ini tinggal diramu oleh pelatih asal Spanyol yang sukses ditanah Britannia, Roberto Martinez. Pelatihnya sendiri tidaklah bisa dianggap remeh, karena Martinez selama 10 tahun pernah menangani klub papan tengah Premier League Swansea City, Wigan Athletic, dan Everton.

Melihat hitung-hitungan kemampuan pemain, Belgia yang berada di Grup G bersama Panama, Tunisia dan Inggris. Praktis akan menjadi grup yang mudah untuk Belgia melaju ke semi Final Piala Dunia 2018 Rusia. Ditambah lagi, melihat mereka mampu menembus perempatfinal pada 2014 lalu. Hal ini akan menjadi catatan penting bagi tim lain saat bertanding dengan Belia.

Radja Nainggolan-FOTO: Ed1984/wikipedia

Kembangkitan Timnas Belgia
Catatan 2014, menjadi catatan penting di mana timnas Belgia telah menjadi tim elit Eropa dan tidak bisa dianggap remeh. Sebab pada tahun ini, generasi emas belgia benar-benar dibangun. Menggutip laman BBC, Mantan direktur tim teknis timnas Belgia, Michel Sablon, mengatakan bagaimana belgia melakukan revormasi dalam membangun generasi emas di tim sepakbolanya. Ia mengatakan melakukan pendekatan "revolusioner" untuk memmbentuk timnas Belgia.

Sablon telah terlibat dalam persepakbolaan Belgia ketika negara itu melahirkan pemain-pemain top pada tahun 1980-an. September 2006, ketika Belgia benar-benar harus berubah, Sablon menuliskan catatan dengan tema besar "Revolusi Sepak bola Belgia".

Di dalam catatan itu, Sablon mempopulerkan formasi 4-3-3 ke semua klub, sekolah sepak bola, pelatih muda di seluruh belgia. Kemudian, ia juga menekankan pentingnya pembinaan dan pengembangan pemain usia muda, dan melarang mereka terlibat dalam liga domestik.

Selain itu, Sablon juga membuat aturan melarang pemain usia muda yang sudah memperkuat U-19 tidak boleh kembali memperkuat U-17. Pada tahun 2009, tiga tahun setelah rencana itu dibentuk, hasil pembinaan tim usia muda Belgia mulai membaik. Sehingga pada Pila Dunia 2014, Belgia memiliki catatan baik atas revolusi pembinaan Sablon.

Meski hasil akhir nanti berada di atas lapangan hijau. Pertandingan Belgia menjadi pertandingan yang bisa dinantikan untuk membenarkan catatan kemajuan timnas ini. ** (SS)


 

SHARE