Efek Buruk Mencari Pasangan Lewat Dunia Maya | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Efek Buruk Mencari Pasangan Lewat Dunia Maya
Sopan Sopian | Relationships

Mencari pasangan memang kebutuhan dasar manusia. Sebagian besar, seseorang mendapatkan pasangan berasal dari pertemanan di sekolah atau tempat kerja. Namun ada pula yang mencari kekasih lewat tempat lain, yakni aplikasi kencan.

Mencari pasangan  - male IndonesiaPhoto by NeONBRAND on Unsplash

Survei yang dilakukan tahun 2013 di Amerika Serikat menyebutkan bahwa 77% pengguna smartphone menganggap bahwa alat genggam pintar mereka itu penting untuk mencari pasangan. Hal ini juga diungkap oleh salah seorang pria pendiam, Irfan. Seorang pengajar di Bandung. 

Irfan mengatakan bahwa, entah mengapa aplikasi kencan memang mudah untuk mendapatkan kenalan ketimbang berkenalan langsung. Ia bisa berselancar hanya dengan melihat foto dan menyapanya langsung. "Walau tidak semua membalas, tetapi ada yang sudah akrab, dan itu lebih mudah buat saya. Saya grogi kalau harus langsung kenalan di dunia nyata, misalnya seperti di kafe atau sejenisnya," ucapnya.

Irfan juga mengaku beberapa kali sempat bertemu dengan teman kencannya lewat dunia maya. Namun, tidak sedikit dari mereka juga yang tiba-tiba hilang. "Kadang sayanya juga yang ngilang, kadang merekanya. Kalau saya hilang sih, kurang sreg aja sama penampilannya, beda jauh sama yang di foto. Atau karena terlalu pendiam, ada juga yang maunya dijajanin terus. Jadi ya sudah, tinggalin gitu saja," tuturnya.

Irfan juga mengungkapkan pengalamannya ketika berkenalan dengan wanita, ia mengaku sempat tertarik, karena memang modusnya cukup rapi. Selama enam bulan lamanya ia berbincang-bincang di apliaksi kencan hingga bertukar nomor ponsel. "Akhirnya gitu deh, semua pria pasti ngalamanin kayaknya, ujung-ujungnya minjem uang, alasannya buat berobat keluarganya atau untuk bayar kosan, dan lain sebagainyalah," ucap Irfan.

Selaras dengan Irfan, Febriani, seorang wanita yang sedang menggarap skripsi ini juga pengguna aplikasi kencan, ia menggunakan beetalk untuk  mencari teman kencan atau sekadar berbincang-bincang hangat menemani kesepian hatinya. "Jujur sih ya, aku pakai aplikasi ini menyelam sambil minum air, niatnya nyari temen chatting aja, kalau sreg ya nggak menutup kemungkinan jalani aja dulu," tuturnya.

Febri begitu sapaan akrabnya mengaku, bahwa ia tidak mungkin menanggalkan fotonya yang kurang baik, tentu yang tercantik. "Ya, nggak mungkin yang jelek, kan biar dapet perhatian pria. Adalah dikit-dikit edit, apliaksi Androidkan banyak," ucapnya sambil mengetikan "hehehe".

Nah, naiknya aplikasi kencan memang tidak hanya untuk  membantu seorang pendiam, namun juga menghemat waktu dan jarak. Selain itu, pilihan yang tersedia juga lebih banyak. Setiap orang bisa menjetikkan jari dan menyapanya. Selain itu, membaca profil seseorang yang menjadi target juga lebih cepat.

Namun, tahukan Anda jika mencari pasangan lewat dunia maya atau aplikasi kencan memiliki efek buruk terhadap Anda?

Penuh Kebohongan
Efek buruk menacari pasangan lewat dunia maya pertama adalah penuh kebohongan. Alasannya, tidak semua orang jujur ketika mendeskripsikan dirinya di profil aplikasi kencan. Mereka akan berusaha menampilkan diri sendiri yang paling bagus. Penelitian pada 1000 pengguna aplikasi kencan mengungkapkan bahwa 53% pengguna mengaku berbohong untuk profil mereka. Bahkan sebanyak 20% wanita memasang foto diri ketika masih muda.

Rawan Penipuan
Meski ada yang memang hingga hubungan jangka panjang, tapi tidak sedikit yang memang untuk tujuan penipuan.  Mereka yang memasang foto tercantik tidak semua mencari hubungan atau mencarii pasangan. Namun mencari keuntungan. 

Ketika sudah dekat, modus awal adalah meminjang uang dari si pria. Hal ini rentan bahaya untuk Anda. Jika Anda memang orang yang tidak masalah akan hal tersebut tidak masalah. Namu biasanya, wanita demikian berkeliaran di aplikasi kencan dan enggan diajak bertemu.

Keamanan Data Pribadi
Soal ini memang genting, setidaknya bagi mereka yang sadar bahwa data pribadi di smartphone mereka diambil pemilik aplikasi. Ditambah lagi, bertukar pesan lewat aplikasi kencan online, Anda bisa jadi memberikan nomor telepon bahkan alamat tempat tinggal pada orang yang baru dijumpai. Tidak menutup kemungkinan ada kejahatan terjadi. Jangan sampai keinginan memiliki kekasih yang menggebu-gebu, sampai melupakan keamanan data diri.

Hubungan Tidak Tahan Lama
Apa benar dari aplikasi seperti ini bisa menemukan cinta? Penelitian dari Michigan State University, mengungkapkan bahwa 28% hubungan yang diawali dari kenalan lewat online akan putus di tahun pertama daripada mereka yang bertemu langsung pertama kali di dunia nyata. Bahkan jika menikah karena aplikasi, kemungkinan cerai meningkat tiga kali lipat.

Lebih Pemilih
Terlalu sering menggunakan aplikasi kencan membuat Anda lebih pemilih berdasarkan penampilan orang. Hal ini diungkapkan oleh Association of Psychological Science di Amerika Serikat. Tentu ini tidak sehat, apalagi jika standar hanya fisik dan melihat “kesempurnaan” saja. Hubungan macam apa yang awalnya murni dari ketertarikan fisik saja?

Pada akhirnya, hubungan dua manusia di zaman sekarang cukup pelik karena membawa pelakunya seperti mempunyai dua mode yang harus berjalan berdampingan, “online” dan ‘offline, dan itu kembali pada karakter pribadi masing-masing. Kondisi ini digambarkan oleh
karakter Richard dalam film Love for Sale. ** (SS)

SHARE