Ajang Formula E, Balap Mobil Tercepat di Bumi | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Ajang Formula E, Balap Mobil Tercepat di Bumi
Sopan Sopian | Sport & Hobby

Ajang Formula E atau Formula Electric alias balapan mobil bertenaga listrik memang telah bergulir sejak 2014 silam di Beijing. Kelebihannya apa jika dibandingkan dengan jenis balapan formula lainnya?

FOTO: Jaguar MENA/flickr

Ajang Formula E sendiri diinisiasi FIA ini disebut-sebut sebagai balapan mobil masa depan karena dinilai bisa menyaingi F1 plus ramah lingkungan. Selain itu, ajang Formula E ini juga disebut-sebut sebagai balap mobil dengan mesin tercepat di muka bumi. 

Untuk formatnya sendiri, tidak jauh berbeda dengan Formula 1, dalam penentuan grid balapan Formula E dilakukan melalui sesi kualifikasi. Masing-masing pebalap hanya bisa menggunakan satu mobil. Pebalap yang tercepat pada sesi kualifikasi bukan hanya berhak start terdepan saat balapan, tapi juga memperoleh tiga poin.

Kemduian dari segi mobilnya sneidiri berbagai pabrikan bisa masuk. Namun, pada musim perdana, seluruh tim dan pebalap menggunakan baterei mobil elektrik Spark Renault SRT 01E. Mobil Formuma E juga bertenaga 200kw atau setara 270 bhp (break horse powe) dalam mode Max Power.

Uniknya lagi, saat balapan, para pebalap hanya diizinkan menggunakan Power Race Mode, alias tenaga maksimal 150 kw atau 202,5 bhp. Dengan kata lain, ajang balap Formula E ini sudah menyuguhkan tontonan menarik bagi pecinta kecepatan

FOTO: Smokeonthewater/wikipedia

Meski begitu, nampaknya pihak penyelanggara dan para peserta ajang balap formula ini masih ingin mendapatkan formula yang labih jitu, khususnya untuk menghadirkan balapan yang menarik dan menegangkan. Apalagi dari segi pengembangan mobilnya sendiri tentu tidak murah jika dibandingkan dengan Formula 1. Maka dari itu, masa depan Formula E jelas akan sangat dipengaruhi oleh uang yang diinvestasikan ke ajang ini. Khsususnya dari segi baterai yang dipakai. 

Baterei yang digunakan pada balapan ini maksimal memiliki berat 230 kg, sesuai dengan aturan FIA. Saat balapan, para pebalap tak melakukan pengisian baterei. Jadi, pit stop pada balapan digunakan pebalap untuk mengganti mobil saat baterei mereka habis.

Dengan besaran berat baterai sendiri bagaimana mobil ini bisa menjadi mobil tercepat? Ternyata, untuk berat keseluruhan mobil dibatasi 896 kg. Hal tersebut sudah termasuk pebalap dan baterei dengan berat maksimal 230 kg. Hasilnya, mobil bisa melaju dengan kecepatan 0 - 62 meter per tiga detik dan kecepatan maksimum yang ditetapkan FIA adalah 225 km/jam. ** (SS)

SHARE