Cara Masturbasi yang Bisa Mendatangkan Petaka | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Cara Masturbasi yang Bisa Mendatangkan Petaka
Gading Perkasa | Sex & Health

Setiap pria mempunyai cara masturbasi beragam. Oleh karena itu, kenikmatan yang didapat juga berbeda-beda dan sulit dijelaskan.

cara masturbasi - Male Indonesiapixabay.com

Seiring perkembangan zaman, membicarakan cara masturbasi bukan lagi menjadi hal yang tabu. Sebab, ini merupakan alternatif terbaik guna memuaskan hasrat dengan risiko terbilang minim yang melibatkan diri sendiri. Apalagi berdasarkan penelitian, masturbasi memberi manfaat bagi kesehatan.

Walau demikian, belum banyak pria paham bahwa tidak semua cara masturbasi aman dilakukan. Beberapa di antaranya bahkan bisa mendatangkan petaka atau berujung pada maut.

Seperti dilansir dari IFLScience, sebanyak 80-100 orang di Jerman meninggal akibat praktik masturbasi yang keliru. Data itu diungkap oleh Dr. Herald Voss, ahli forensik. Menurutnya, masturbasi mengandung kesenangan namun turut memicu bahaya.

Penyebab terbesar kematian masturbasi karena berkurangnya oksigen timbul dari aktivitas mencekik leher sendiri demi mengalami euforia. Masalahnya, tubuh yang kekurangan oksigen (asphyxia) bisa menjalar secara lebih mudah bahkan lebih cepat.

Tekanan menyeluruh pada arteri karotid (arteri utama yang membentang di tepi leher) berpotensi menghambat suplai oksigen ke otak dan membuat seseorang pingsan hanya dalam kurun waktu sekitar 15 detik. Bila sudah demikian, maka aktivitas masturbasi menjurus ke arah kematian dalam hitungan menit.

Guna meningkatkan ‘sensasi’ kekurangan oksigen, para pelaku masturbasi ekstrem akan menggunakan peralatan apa saja. Entah itu plastik, kantong, topeng hingga obat-obatan tertentu.

Dalam Diagnostic and Statistical Manual of the American Psychiatric Association, Joseph Merlino, seorang psikiater menerangkan, autoerotic asphyxiation memiliki kriteria cukup untuk disebut sebagai penyimpangan yang menimbulkan cedera serius atau kematian pada pelakunya.

Tercatat, penyimpangan seksual tersebut telah muncul sejak tahun 1600-an. Awalnya digunakan sebagai penanganan dalam mengatasi kesulitan mengalami ejakulasi alias disfungsi ereksi.

Kematian akibat autoerotic asphyxiation paling sering menimpa pria dan jumlahnya cukup signifikan. Diperkirakan, tingkat kematian mencapai 250 sampai 1.000 kasus per tahun di Amerika Serikat. Selain Jerman dan Amerika, kasus serupa juga muncul di kawasan Skandinavia.

Autoerotic asphyxiation kerap dikaitkan dengan ditemukannya film dewasa, organ vital yang terbuka, alat pembungkus dan tidak ada catatan bunuh diri. Alhasil pihak forensik mengategorikan penemuannya sebagai kecelakaan.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 1985 juga menemukan fakta mengejutkan. Yaitu hubungan antara cedera pelaku masturbasi dan alat penghisap debu (vacuum cleaner).

Kasus autostimulasi seksual menggunakan berbagai macam alat yang berakhir tragis ternyata belum terlalu dipercaya oleh masyarakat. Padahal, jumlah korbannya bisa dikatakan tinggi. Bahkan dari lima kasus trauma Mr. P akibat cara masturbasi ekstrem, beberapa di antaranya menderita cedera serius, termasuk kehilangan ujung Mr. P.**GP

SHARE