Sebenarnya Tidak ada Kebiasaan Multitasking - Male Indonesia
Sebenarnya Tidak ada Kebiasaan Multitasking
MALE ID | Works

Apa yang ada dipikiran Anda ketika disebutkan multitasking? Tentu kegiatan yang dilakukan secara bersamaan dalam satu waktu. Kegiatan ini sering dilakukan oleh hampir setiap orang di dunia ini.

multitasking - Male IndonesiaPexels.com

Bahkan multitasking juga kadang diharapkan bisa dilakukan oleh setiap karyawan ketika mengerjakan suatu pekerjaan untuk megefisiensikan waktu. Padahal, kegiatan ini berdampak buruk terhadap profuktivitas. 

Banyak pakar mengatakan, otak sesungguhnya tidak melakukan banyak hal dalam satu waktu. Karena pikiran hanya terprogram untuk memikirkan satu hal dalam satu waktu. Jadi yang sesungguhnya terjadi, Anda beralih dari satu hal ke hal lain, dan ini tidak meningkatkan produktivitas.

Hematnya, multitasking dapat menurunkan produktivitas dikarenakan Anda tidak fokus pada sebuah permasalahan. Hingga turun temurun dari generasi ke generasi, istilah multitasking ini terus dianggap benar dan sering dilakukan.

Kegiatan yang diyakini multitaskin ini juga kerap dilakukan oleh Pidyani, seorang pekerja dibidang administasi. Ia mengatakan saat berbincang dengan MALE.co.id, bahwasannya ia kerap melakukan beberapa pekerjaan sekaligus, selain menginput data, ia juga harus melakukan print berkas lain dan mengecek semua surat-surat di email

"Sering banget, kadang ngecek email, nge-print, nulis jadwal, terus kadang harus masukin data-data gitu-lah," ujarnya. 

Namun ia mengatakan bahwa hal itu sudah biasa dilakukannya dan sudah menjadi kebiasaan apapun kegiatannya. Meski seperti itu, ia juga mengatakan tahu efeknya, yaitu butuk bagi diri sendiri, namun karena jadi kebiasaan, hal tersebut tetap dikerjakannya.

Bahkan orang kerap menyebut istilah itu ketika orang lain mengerjakan banyak pekerjaan dalam satu waktu. Padahal, Devora Zack, CEO Only Connect Consulting, dalam tulisannya berjudul Singletasking: Get More Done-One Thing at a Time, Zack menyatakan bahwa tidak ada hal yang dinamakan multitasking

Sebuah studi dari University of London juga menemukan menemukan, partisipan yang melakukan multitasking di tugas kognitif mengalami penurunan skor IQ. Penurunan ini mirip dengan yang ditemukan pada mereka yang merokok marijuana atau begadang.

Mungkin Anda berpikir bahwa Anda bisa melakukan teleconference sambil menulis laporan dan mengirimkan pesan singkat pada rekan kerja, namun ternyata Anda tidak melakukan apapun karena tidak dapat memfokuskan diri pada salah satu aktivitas tersebut.

Hak senada pun dikatakan Rebecca-Gissin Martin, pakar dunia kerja di New York seperti dikutip dari laman VOA, menurutnya Yang ada itu adalah fast switching atau berganti tugas dengan cepat. "Dan ini tidaklah efektif,” kata Rebecca-Gissin Martin.

Cara Menghindari Kegiatan Multitasking 
Doktor James Rouse, pakar naturopati dan penulis buku "Think Eat More Thrive" bahkan mengatakan, saat melakukan banyak hal dalam satu kesempatan, produktivitas sesungguhnya lebih rendah 50 persen dibanding bila melakukannya satu demi satu. Membiasakan diri fokus pada satu hal bukanlah hal mudah. Namun itu bisa dilatih. 

“Hal pertama yang bisa dilakuakn untuk melatih fokus itu adalah ketika bekerja di depan komputer. Ketika bekerja di komputer, pastikan tutup window-window lain yang tidak digunakan. Karena bila tidak, itu akan merusak fokus kita," kata Doktor James Rouse.

Kemudian, hal kedua yang bisa dilaukan adalah matikan semua pemberitahuan atau notifikasi email, dan aplikasi-aplikasi jejaring sosial. Matikan fungsi pemberitahuan Facebook atau email pada telepon pintar Anda. Anda tidak butuh itu. Itu menciptakan gangguan konsentrasi, dan membuat otak Anda tidak fokus.

Selain itu, cara yang Ketiga dan terakhir adalah Anda bisa menetapkan prioritas dan dedikasikan suatu waktu untuk masing-masing prioritas itu. 

  


 

SHARE