8 Album Punk Terbaik yang Menyuarakan Perubahan | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
8 Album Punk Terbaik yang Menyuarakan Perubahan
Gading Perkasa | News

Menyuarakan perubahan bisa dilakukan lewat berbagai cara. Entah itu aksi nyata seperti turun ke jalan, mengadakan kampanye hingga menuangkannya ke dalam sebuah lagu.


Montecruz Foto/flickr

Menciptakan lagu sebagai sarana menyuarakan perubahan bisa kita temui pada band-band beraliran punk. Yup, punk dikenal memiliki ideologi berjiwa bebas, anti kemapanan dan melawan aturan yang mengekang.

Beberapa album punk kami pilih karena banyak faktor. Dimana mereka menancapkan pondasi untuk musik punk dan hardcore di era sekarang, sebagai rujukan bagi band selanjutnya serta resah terhadap kondisi sosial dan politik yang sedang terjadi.

Apa MALEnials sudah penasaran? Baiklah, langsung simak album punk terbaik yang menyuarakan perubahan di bawah ini.

Ramones - Self Titled (1976)

Ketika Ramones muncul di tahun 1974, belum ada orang mengerti musik mereka. Pada dasarnya, band ini memadukan musik pop era 50-an dan 60-an disertai distorsi dan tempo lebih cepat. Album Self Titled membantu memengaruhi scene musik punk di Amerika dan seluruh dunia.

The Clash - Self Titled (1977)

Di akhir 70-an, Inggris berada dalam kondisi kurang baik lantaran gejolak ekonomi. Lalu muncul tiga pemuda asal London yang menyuarakan kecemasan dan kekecewaan terhadap negara, The Clash. Kekecewaan itu terlihat dari lirik mereka yang sarat muatan politik. Album ini menjadi titik balik punk sebagai suara perubahan sosial.

The Sex Pistols - Never Mind the Bollocks (1977)

Sex Pistols telah menggebrak tanah Inggris Raya lewat dua lagunya, Anarchy in the UK dan God Save the Queen sebelum akhirnya merilis album. Never Mind the Bollocks berisi dua lagu tersebut bersama sepuluh lagu lain ciptaan Johnny Rotten. Banyak orang mengatakan, album mereka adalah gerbang masuk musik punk.

Dead Kennedys - Fresh Fruit For Rotting Vegetables (1980)

Boleh dibilang, Dead Kennedys sebagai pencetus political punk hardcore. Lagu-lagu mereka konsisten dalam mengkritik keadaan sosial masyarakat. Sang vokalis, Jello Biafra membalut lagu dengan humor, kemarahan dan sarkasme. Dengarkan saja Kill the Poor, California Uber Alles dan Holiday in Cambodia.

Black Flag - Damaged (1981)

Henry Rollins, vokalis Black Flag memberi nuansa energik dipadukan permainan gitaris Greg Ginn di album Damaged. Subjek lagu di album ini berkisar pada tortured introspection, terutama lagu Depression dan Life of Pain.

Bad Brains - Self Titled (1982)

Muncul anggapan bahwa Bad Brains merupakan band beraliran punk yang paham betul bagaimana memainkan musik punk, karena latar belakang mereka dari jazz fusion. Personel band terdiri dari orang-orang Afrika-Amerika (rastafarian) yang membuat mereka memasukkan unsur reggae di dalam lagu punk, khususnya pada album bertajuk Self Titled.

The Misfits - Walk Among Us (1982)

Misfits hadir dengan metal, rock n roll 50-an dan musik sci-fi. Mereka memadukannya menjadi musik yang dikenal sebagai horror punk, ditambah make up selayaknya mayat. Walk Among Us tergolong album terseram. Dengar saja lagu I Turned Into Martian, Mommy Can I Go Out & Kill Tonight dan Skulls.

Minor Threat - Complete Discography (1989)

Pengaruh Minor Threat bagi perkembangan punk tak bisa dipungkiri. Selain berpengaruh terhadap musik hardcore, mereka menyuarakan perubahan lewat straight edge. Sebuah gerakan anti obat-obatan dan alkohol, yang menjadi gerakan baru dalam dunia punk hingga saat ini. Complete Discography memaparkan jelas apa alasan mereka menganut straight edge.**GP

SHARE