AXI Inisiasikan Pengadaan dengan e-Procurement - Male Indonesia
AXI Inisiasikan Pengadaan dengan e-Procurement
MALE ID | Whats Up

Pengadaan barang/jasa pemerintah merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan pemerintah dalam upaya mereformasi penyelenggaraan pelayanan publik. Sejak dibentuknya Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), penyelenggaraan pengadaan barang/jasa pemerintah dilakukan secara elektronik dengan sistem e-procurement yang berlandaskan Perpres No. 54 Tahun 2010 Pasal 111.

Dalam perjalanannya selama satu dekade, LKPP telah melakukan reformasi pengadaan dengan sangat baik. Tantangan ke depan adalah bagaimana membangun ekosistem pengadaan yang lebih luas, transparan dan akuntabel, tentunya dengan melibatkan semua stakeholder dalam ekosistem pengadaan untuk berperan aktif dan menyelaraskan visi menuju Sinergi untuk Negeri, yang mengedepankan prinsisp-prinsip keterbukaan dan akuntabilitas.

Menjawab tantangan tersebut, PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) menginisiasi diskusi bersama LKPP, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (KOMINFO RI), serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang sinergi yang tepat antar semua stakeholder, sekaligus melakukan sosialisasi dan memberikan diseminasi informasi kepada Kementerian/Lembaga/ Departemen/Institusi yang hadir untuk mengajak setiap lini, membangun ekosistem pengadaan yang lebih transparan dan akuntabel.

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Agus Prabowo mengatakan, ke depan mekanisme belanja pemerintah lewat e-purchasing akan terus meningkat dan sebaliknya, e-tendering akan semakin berkurang. LKPP akan mengekstensifikasi government e-marketplace melalui penguatan kelembagaan, yaitu dengan menggabungkan layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) dan unit layanan pengadaan (ULP) menjadi satu lembaga. 

Kominfo RI melalui penjelasannya tentang Indonesia Menuju Economic Digital Country Terbesar di Asia Tenggara tahun 2020 sangat mendukung pentingnya mencapai menyelaraskan pandangan dan aksi nyata dari semua pihak, terutama terkait visi Indonesia di tahun 2020. 

Sebagai informasi, Data dari APJII 2018 mencatat pengguna internet di Indonesia tahun ini telah mencapai 143,26 juta jiwa, di mana berarti terdapat 54,68% penduduk Indonesia yang telah melakukan menikmati koneksi internet. Dari data tersebut, pasar e-commerce Indonesia pun akan diprediksi mencapai US$130 miliar di tahun 2020.  

Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika Indonesia di prediksi bisa menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020, dengan industri belanja online menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami bangga dapat menjadi salah satu inisiator dan mengajak semua stakeholder berdiskusi hari ini untuk membangun ekosistem pengadaan yang bersih dan akuntabel menuju sinergi untuk negeri. Di era serba teknologi digital ini, sinergitas untuk mewujudkan bisnis yang bersih dan transparan amat penting dan diperlukan,” Jelas Sahat M Sihombing, Presiden Direktur PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI).  **

SHARE