Keyakinan untuk Temukan Hubungan yang Baik - Male Indonesia
Keyakinan untuk Temukan Hubungan yang Baik
MALE ID | Relationships

Memiliki hubungan yang baik adalah impian bagi setiap pria yang menginginan hubungan jangka panjang. Namun hal itu kadang terhalang dengan keyakinan dirinya sendiri. Rasa minder dan rasa tidak percaya diri menjadi pemicunya.

hubungan yang baik - Male IndonesiaPhoto by Clarisse Meyer on Unsplash

Rasanya hubungan yang baik akan menjadi mitos ketika pria telah timbul rasa minder dan percaya dirinya. Banyak hubungan yang aktif namun berakhir hanya dalam jarak satu bulan atau bahkan hanya satu minggu. Ketika Anda terus terkungkung dengan dua hal tersebut, Anda tidak akan menemukan hubungan yang baik antara Anda dan pasangan Anda.

Mengutip laman eharmony, seorang psikologis dan juga penulis buku Dr. Seth's Love Persciption, Dr. Seth memberikan beberapa hal untuk menemukan hubungan yang baik. Tetapi hal yang dimaksud ini bisa menjadi tantangan untuk Anda.   

Saya Menarik dan Diinginkan
Keyakinan untuk hubungan yang baik pertama adalah, Anda perlu masuk ke dalam sebuah hubungan yang mempercayai bahwa Anda diinginkan beberapa orang. Pria dengan harga diri rendah atau masalah psikologis lainnya akan mengambil kalimat seperti ini, "Saya bisa menarik beberapa orang" dan kemudian menambahkan "Tapi itu bukan yang saya inginkan".

Perlu Anda ketahui, keyakinan negatif semacam ini akan mengacaukan hubungan romantis masa depan. Anda perlu merasa positif tentang diri Anda secara keseluruhan, dan Anda harus percaya bahwa Anda diinginkan oleh beberapa orang yang sama yang Anda inginkan. Jika Anda belum memiliki keyakinan ini, Anda belum siap untuk memiliki hubungan yang bahagia dan langgeng.

Saya tidak Mengharapkan Sebuah Hubungan untuk Bahagia
Salah satu keyakinan paling menyimpang yang dimiliki banyak pria dalam berkencan adalah anggapan keliru bahwa sebuah hubungan merupakan kebahagiaan abadi, yang akhirnya akan membuat mereka bahagia. 

Pemikiran patologis berjalan seperti ini: "Saya akan mengajak seseorang untuk bepergian dan bergaul. Saya akan memiliki kehangatan dan kegairahan keintiman fisik, dan saya akan memiliki seseorang yang selalu mencintai dan menginginkan saya".

Sementara hubungan yang baik akan membawa hal-hal baik. Tetapi juga kadang-kadang mengalami stres dan konflik. Hubungan baru khususnya, dipenuhi dengan ketidakpastian. Siapa yang tahu apakah semuanya akan berakhir? Strategi mental yang paling berhasil dalam mendekati sebuah hubungan adalah berjalan dengan pemahaman bahwa hubungan ini tidak akan sepenuhnya mengubah hidup Anda, membuat Anda bahagia, dan menyelamatkan Anda dari ketidakbahagiaan yang Anda rasakan sebelumnya. 

Saya Memiliki Kekhawatiran
Hubungan baru yang gagal adalah karena setiap hari seseorang merasa tidak aman dan panik. Beberapa pria memiliki ketakutan yang mendasar bahwa, kapanpun, wanita bisa berubah soal perasaannya. Pemikiran seperti ini seolah-olah pria mengharapkan penolakan, sehingga sibuk memikirkan perubahan perasaan wanita terhadap dirinya, apakah masih mencintai atau tidak.

Jika Anda ingin menemukan hubungan yang bahagia dan langgeng, selalu beri wanita keuntungan dari keraguan. Tentu, Anda mungkin bertanya-tanya apakah perasaan dia telah berubah, tapi Anda perlu sedikit percaya diri dan ingat bahwa orang memiliki kesibukan dan mengalami hari-hari buruk dari waktu ke waktu. 

Titik Akhir
Jika Anda tidak merasa begitu percaya diri tentang diri sendiri, masih ada harapan.  Namun, Anda punya pekerjaan yang harus dilakukan. Anda perlu sampai pada titik di mana Anda percaya dan rasakan. Masing-masing adalah dari ketiga keyakinan di atas. Jika Anda belum berada di tempat di mana Anda memiliki keyakinan positif, mungkin Anda belum siap untuk memulai hubungan jangka panjang dan bahagia. ** (SS)

SHARE