Jangan Anggap Remeh Kebiasaan Tidur Mata Terbuka | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Jangan Anggap Remeh Kebiasaan Tidur Mata Terbuka
Sopan Sopian | Sex & Health

Tidur mata terbuka bukanlah hal yang lumrah. Karena sejatinya ketika orang tidur posisi mata harusnya tertutup. Mungkin Anda tidak menyadari posisi mata saat tidur, namun Anda pasti pernah melihat orang yang tidur dengan posisi mata terbuka bukan? 

Tidur mata terbuka - Male Indonesiapixabay.com

Kondisi tidur mata terbuka mungkin dianggap biasa saja, mungkin dalam beberapa kesempatan bisa menjadi bahan lelucon yang cukup menggelikan. Banyak orang yang menganggap kondisi tersebut sebagai hal yang wajar dan tidak terlalu mengkhawatirkan, namun pernahkah anda bertanya mengapa hal tersebut bisa terjadi? 

Hal ini juga diceritakan seorang karyawan swasta di bilangan Jakarta Selatan, Budi Awey, ia bercerita bahwa memang terlihat lucu ketika orang yang tertidur matanya terbuka. Ia mengaku hanya melihat satu sampe tiga orang, selain teman kos-nya, ketika pulang kampung, adik dan orang tuanya pun sempat terlihat tidur mata terbuka.

"Sering, lucu sih emang, kaya orang yang nggak tidur. Kalau anak kecil sih kayaknya sering ya, adik saya juga kadang begitu kalau tidur. Saya liat itu pas pulang kampung ke Cirebon. Bukan cuma dia, bapak sama ibu saya juga kadan-kadang kalau tidur matanya kebuka," tuturnya kepada MALE.co.id

Namun, Budi mengatakan, dirinya tidak mengetahui jika kebiasaan atau orang yang tidur dengan mata terbuka memiliki efek serius untuk jangka panjang. "Tidak tahu, bahaya juga berarti ya," ucapnya.

Perlu diketahui, tidur mata terbuka atau setidaknya kelopak mata hanya menutup sebagian, disebut dengan nocturnal lagophthalmos. Kondisi nocturnal lagophtalmos ini disebabkan karena adanya saraf mata yang lemah. Saraf mata yang lemah tersebut berada di sekitar kelopak mata, sehingga membuat mata yang seharusnya menutup ketika tertidur justru malah terbuka dan tidak bisa menutup dengan sempurna.

Apabila kelopak mata tidak menutup sepenuhnya, mata akan terpapar lingkungan sekitar yang membuatnya jadi kering secara signifikan. Umumnya pada pasien yang sangat muda, nocturnal lagophthalmos tidak terlalu parah dibanding pasien yang lebih dewasa. Namun kondisi ini juga bisa terjadi pada saat seseorang tidur di siang hari.

Selain lemahnya saraf pada kelopak mata, penyebabnya adalah adanya infeksi, stroke, bekas operasi, trauma, ataupun bell’s palsy (kelemahan pada otot wajah). Selain itu, nocturnal lagophthalmos juga bisa terjadi setelah menjalani blepharoplasty, yaitu prosedur untuk menghilangkan kulit berlebih pada kelopak mata bagian atas ketika penuaan terjadi. 

Bahaya Tidur Mata Terbuka
Ada beberapa penyakit yang juga dapat menyebabkan tidur dengan mata terbuka. Misalnya penyakit lyme, cacar air, penyakit gondok, polio, kusta, difteri, sindrom Guillain-Barré, sindrom moebius, dan penyakit neuromuskular. Kelainan mata seperti exophthalmos (mata menonjol) juga bisa membuat seseorang sulit untuk menutup kelopak mata. Kemudian, bulu mata bagian atas dan bawah yang terlalu tebal juga bisa menyebabkan mata sulit untuk menutup secara sempurna.

Selain membuat mata kering, ada bahaya lain dari kebiasaan tidur mata terbuka. Jika terus terjadi, kemungkinan besar mata akan mengalami iritasi dan dapat membahayakan penglihatan Anda, seperti kerusakan pada kornea atau kebutaan.

Dilansir dari Verywell, kelopak mata memberi penghalang dan memberikan akses air mata untuk membasahi permukaan mata. Pada air mata, terdapat antibiotik alami yang membantu membunuh virus dan bakteri. Selain itu, air mata juga membantu menjaga lingkungan di sekitar mata tetap lembap agar sel-sel mata berfungsi dengan baik. Maka dari itu pentingnya tidur dengan mata tertutup.

Pencegahan dan Pengobatan
Sebelum ke ranah pencegahan dan pengobatan, Anda juga perlu mengetahui hal penting ini, di mana mata perih dan merah saat bangun tidur belum tentu mengalami gejala nocturnal lagophthalmos atau tidur mata terbuka. 

Jika Anda ingin mengetahui apakah tidur Anda terbuka atau tertutup, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter dan mengikuti beberapa pemeriksaan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Sebenarnya tidur dengan mata terbuka tidak selalu berakibat serius, bila Anda bisa mengatasinya dengan obat tetes mata dan penggunaan pelembap mata sesuai saran dan pengawasan dokter.

Jika terjadi hal serius, tentunya dokter akan menangani dengan sigap apa yang harus dilakukan terhadap kondisi tidur mata terbuka yang cukup serius tersebut. ** (SS)


 

SHARE