Pulau Indah di Dunia yang Dihuni Kawanan Babi - Male Indonesia
Pulau Indah di Dunia yang Dihuni Kawanan Babi
MALE ID | Relax

Biasanya, kawanan babi berkumpul di tempat yang sudah umum menjadi habitatnya. Seperti di daerah peternakan, kubangan berlumpur atau di hutan belantara. Namun bagaimana kalau mereka hidup di salah satu pulau paling cantik nan menawan di dunia?


cdorobek/flickr

Benar MALEnials, mungkin terdengar aneh tapi memang itulah kenyataannya. Bukannya dihuni oleh manusia, “penduduk asli” pulau justru kawanan babi liar. Seperti dilansir dari National Geographic, secara resmi pulau tersebut dinamakan Big Major Cay yang tidak berpenghuni, berada di Exuma, Bahama.

Hanya saja, sejak beberapa tahun belakangan, sebagian besar orang menyebutnya sebagai Pulau Babi atau Pantai Babi. Itu disebabkan banyaknya babi yang membuat koloni di kawasan pulau.

Konon ceritanya, kawanan babi di sana sengaja dilepas oleh sekelompok pelaut yang hendak memasaknya. Namun, para pelaut menghilang entah ke mana alias tidak pernah kembali lagi.

Agar bisa bertahan hidup, babi-babi tersebut menyantap makanan dari kapal yang lewat. Mereka akan berenang mendekati kapal sebelum akhirnya kembali ke pulau. Sekarang, babi ini diberi makan oleh penduduk setempat serta turis yang datang berkunjung.


cdorobek/flickr

Sayangnya, terdapat bahaya mengintai para babi di Big Major Cay. Menurut The Bahamas Humane Society, mereka menemukan sedikitnya tujuh ekor babi liar mati mengenaskan di pulau itu.

Berdasarkan laporan awal, disinyalir bahwa mereka tewas lantaran ulah wisatawan yang memberikan minuman beralkohol. Sementara prediksi lain menyebutkan, kematian babi akibat telah menelan pasir pantai. Terbukti dari dokter hewan yang mengunjungi lokasi kejadian dimana ia menemukan sejumlah pasir di dalam perut babi tersebut.

Ventoi Bethune selaku inspektur The Bahamas Humane Society mengatakan, kawanan babi sudah lama berada di Big Major Cay. Sehingga, mereka bisa mencari makanan alami. “Tapi, sejak pulau ini menjadi begitu populer dan dikunjungi para wisatawan, banyak masalah mulai berdatangan,” ujar Ventoi.

Ditambahkan oleh Ventoi, sumber air alami mereka sudah lama mengering dan mereka sulit meminum air dari sumber lain. Sederetan faktor di atas menjelaskan mengapa beberapa babi meregang nyawa di sana.

Jika MALEnials hendak berwisata ke Big Major Cay sekaligus bercengkerama dengan para babi, disarankan agar Anda tidak merusak habitat mereka dan memberi makanan atau minuman sembarangan. Karena bagaimanapun, mereka-lah “penduduk asli” pulau yang jumlahnya terus mengalami penurunan.

SHARE