Langkah Memadukan Warna Sesuai Teori Diagram Warna - Male Indonesia
Langkah Memadukan Warna Sesuai Teori Diagram Warna
MALE ID | Looks

Memadukan warna gampang-gampang susah. Salah sedikit tentu akan merusak penampilan Anda. Tetapi, berbicara memadukan warna, tentunya saat duduk dibangku sekolah sudah diperkenalkan menganai warna. Meski begitu masih saja tidak mjudah 'match' untuk memadukan warna ketikda diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Memadukan warna - Male IndonesiaPexels.com

Hal yang paling dekat dalam memadukan warna, tentu memadukan warna pakaian dan celana yang Anda pakai, atau bahkan dengan item bawahan seperti sepatu dan kaus kaki. Maka di situlah bagaimana memadukan warna gampang-gampang susah.

Untuk itu, rasanya perlu untuk kembali mengetahui teori memadukan warna. Dilansir dari Business Insider, dua orang pakar yakni Jill Morton, seorang dosen di Hawaii School of Architecture, serta Maria Killam, seorang stylist dan desainer interior yang yang juga penulis buku "how To Choose Paint Colours: It's All in the Undertones," itu menjelaskannya soal teori warna tersebut.

Memahami Skema atau Diagram Warna
Sebuah diagram yang didesain oleh Sir Isaac Newton pasca dia menemukan bahwa sinar matahari mengandung warna pelangi ini, pada dasarnya adalah gabungan dari warna primer, warna sekunder dan warna tersier.

Warna primer adalah merah, kuning, dan biru. Warna sekunder adalah hijau, jingga, dan ungu, di mana warna ini didapat dari mencampur warna primer. Sedangkan warna tersier sudah berupa warna kompleks yang dihasilkan dari campuran antara warna primer dan sekunder.

Memadukan Warna
Pada dasarnya, memadukan warna adalah bagaimana membuat perpaduan warna terasa nyaman dipandang mata. Kombinasi tentu tak boleh melibatkan terlalu banyak warna, karena secara psikologis, melihat terlalu banyak warna ternyata meresahkan. Hal inilah yang dilakukan orang yang belum mengerti soal perpaduan warna, yakni menggunakan terlalu banyak warna.

Ada tiga cara yang bisa dilakukan oleh siapa saja,  pertama, padukan warna hitam atau putih serta warna lain apapun, padukan 3 warna terdekat dalam diagram warna atau 'warna harmonis', atau perpaduan dua warna yang bertolak belakang dalam diagram warna, atau disebut 'warna komplementer.'

Hal ini bisa diterapkan dengan memisahkan antara warna yang cerah, serta warna yang gelap. Warna gelap seperti hitam atau abu-abu, serta warna netral seperti putih, bisa jadi dasar untuk dipadukan dengan warna apapun.

Menarapkan Pada Gaya Berpakaian
Berbicara kembali mengenai memadukan warna, teori warna komplementer bisa sangat diterapkan. Seperti memadukan warna biru dan kuning (dan ini pernah Anda lihat ketika mode memang medukan warna cerah), atau warna hijau dengan jingga. Akan lebih baik lagi, warna komplementer juga dipadukan dengan warna netral atau warna-warna gelap, agar warnanya lebih terkesan keluar.

Kemudian, memadukan warna untuk gaya berpakaian, Anda  bisa diterapkan dengan memadukan warna netral dan warna biasa. Contohnya dengan memadukan kaus berwarna abu-abu dengan celana jeans berwarna biru gelap.

Selain itu 'nilai warna' juga harus diperhatikan, di mana warna gelap dan warna mati juga jadi acuan. Seperti contohnya ketika kita memakai warna pastel cerah untuk kaus, gunakan celana berwarna gelap. Baik itu biru gelap, abu-abu gelap, atau hitam.

Selain gaya berpakaian untuk sehari-hari, Anda bisa memadukan warna untuk momen interview kerja, teori warna juga berlaku. Hal ini dikarenakan warna dapat menyampaikan pesan tertentu. Seperti dalam sebuah wawancara kerja di perusahaan multinasional, gunakan warna yang lebih gelap, karena menyampaikan kesan serius. ** (SS)

SHARE