Keindahan As Sekop dalam Kartu Remi yang Mematikan | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Keindahan As Sekop dalam Kartu Remi yang Mematikan
Sopan Sopian | Story

As sekop memiliki desain khas berbeda dengan kartu as lainnya, hiasan desainnya jauh lebih megah dibandingkan kartu lainnya. Namun dibalik keindahannya, salah satu dari 13 jenis kartu remi ini memiliki cerita yang mematikan.

As sekop - Male Indonesiapixabay.com

As sekop pertama kali dicetak tanpa cap, kemudian pemerintah menambahkan cap sebelum deck diizinkan beredar di pasaran. Cerita itu bergulir pada abad ke-16 Eropa membebankan pajak pada bisnis tertentu, termasuk produsen kartu remi. Di Inggris mulai tahun 1588, pajak atas pembuatan kartu remi dinaikkan beberapa kali.

Sejarah Kartu Remi
Sejumlah ahli sejarah menduga, kartu permainan itu hasil evolusi dari sejenis permainan catur yang dimainkan oleh para gembala di Asia Barat. Sambil menggembala, mereka bermain catur memakai kerikil. Ahli lain berpendapat, permainan kartu merupakan evolusi dari semacam upacara untuk berkomunikasi dengan para dewa. 

Kartu pertama di Eropa (Italia) disebut Kartu Tarot (tarrochi) atau tablet nasib karena bentuknya seperti tablet, dan digunakan antara lain untuk meramal nasib. Tarot tertua berasal dari tahun 1470 di Lombardy. Satu setnya terdiri dari 50 kartu, dibagi menjadi 5 kelompok masing-masing 10 kartu. Pada permukaannya terukir tema-tema alegori atau mitologi tentang berbagai aspek kehidupan seperti ilmu, seni, planet, dan sebagainya.

Dahulu kartu permainan terbatas dinikmati kaum borjuis atau bangsawan mengingat harganya mahal karena masih buatan tangan dan gambarnya hasil lukisan. Setelah sistem cetak dengan kayu ditemukan, kartu menjangkau masyarakat ramai. Produksi makin meningkat setelah ditemukan teknik cetak dengan plat tembaga. Ditemukannya proses reproduksi warna dengan teknik litografi di awal 1800-an makin mendorong munculnya kartu-kartu cantik dari Jerman, Italia, dan Perancis.

Kartu Kematian
Awalnya, setiap pak remi terdapat stempel dari pemerintah, yang membuktikan bahwa barang tersebut baru dan pemerintah telah menerima haknya. Namun pada tahun 1684, Pengadilan London melarang mengimpor kartu produksi asing, dan pada masa pemerintahan Ratu Anne, terdapat "materai" khusus  yang ditempatkan pada satu kartu di setiap dek remi yaitu as sekop, untuk membuktikan bahwa semua pajak telah dibayar.  

Pada tahun 1765, ketika Kantor Pajak mulai mencetak sendiri kartu as sekop dengan desain tersendiri dan melarang produsen menjual desain mereka. Pada saat itu, diterbitkan undang-undang yang melarang pencetakan as sekop oleh selain pemerintah. Pencetakan as sekop adalah pelanggaran berat dan banyak orang digantung karena "kejahatan" ini pada abad 18 dan awal abad ke-19 di Inggris. 

Inilah awal sebutan kartu as sekop menjadi kartu kematian. Pada akhir abad ke-19 undang-undang tersebut dihapuskan dan produsen kartu diizinkan kembali untuk mencetak kartu as sekop sendiri. Namun sejak itu produsen mencetak kartu as sekop dengan desain yang lebih sederhana untuk menghilangkan sejarah suram dibalik kartu tersebut.

Sekitar satu abad kemudian, as sekop digunakan lagi menjadi simbol kematian oleh pasukan terjun payung yang terkenal Resimen Parasut 506 dari 101st Airborne Division Amerika dengan gambar as sekop pada helm mereka. Selain itu, mereka menggunakan kartu as sekop bergambar Lady Liberty ditengahnya, yang menurut kepercayaan rakyat Vietnam bahwa gambar tersebut adalah lambang kematian. 

Pada tahun 1967 ribuan lembar kartu as sekop oleh pasukan Amerika yang melintas di atas desa kecil antara Duc Pho dan Mo Duc di Vietnam. Desa tersebut konon bersarang markas Viet Kong. Tak lama, pasukan darat Amerika melakukan penyerangan dengan membakar rumah-rumah penduduk dan melemparkan granat ke dalam bunker markas Viet Kong. Di sini, para korban disumpal dengan kartu-kartu as sekop. Tujuannya untuk senjata psikologis menghancurkan mental lawan. ** (SS)

SHARE