Dargavs, Kota Mati yang Dipadati Mayat Manusia | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Dargavs, Kota Mati yang Dipadati Mayat Manusia
Gading Perkasa | Story

Anda mungkin tidak pernah menyangka, bahwa di Rusia, negara yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 Juni mendatang, terdapat sebuah kota mati. Bahkan saking menyeramkannya, sebagian besar penduduk Rusia menyebutnya sebagai kota yang dipadati mayat manusia.


Sergey Norin/flickr

Kota mati itu bernama Dargavs, terletak di Ossetia utara, Rusia selatan. Butuh waktu setidaknya nyaris satu hari (22 jam, 1.794 km) dari Moskow melalui jalan berbahaya dan berkelok-kelok guna tiba di sini. Sebab, lokasinya berada di tengah lembah gunung yang membentang sepanjang 17 km dengan ketinggian 4.000 mdpl.

Dargavs mulai dihuni manusia pada awal abad ke-14. Kala itu, nenek moyang Ossetia mendirikan rumah-rumah kecil di atas bukit berumput karena tidak sanggup membeli tanah yang berharga tinggi.

Seiring berjalannya waktu, warga setempat ‘mengubur’ orang-orang terkasih bersama pakaian serta barang lainnya di dalam rumah selama ratusan tahun. Maka tidak heran, timbul persepsi di kalangan warga Dargavs. Semakin tinggi rumahnya, maka semakin banyak pula jumlah orang yang dikubur di dalam rumah.


Alex Svirkin/wikipedia

Lantaran disebut sebagai kota mati, banyak urban legend tersebar terkait Dargavs. Salah satunya ditemukan mayat-mayat dalam kriptografi yang menyerupai perahu (ditemukan dayung). Warga meyakini, jiwa mayat tersebut harus menyeberangi sungai agar sampai ke kayangan.

Cerita lain mengisahkan, bahwa setiap pria yang nekat masuk ke kota Dargavs tidak akan pernah kembali dalam keadaan hidup-hidup. Inilah alasan utama mengapa nyaris tidak pernah ada orang mau berkunjung ke sana.

Walaupun ada beragam versi, para ahli sejarah memercayai wabah besar yang melanda Dargavs-lah penyebab orang-orang meninggalkan kota ini. Mereka mengatakan, sekitar abad ke-16 dan 18, kota dilanda wabah dan populasi berkurang jauh. Dari sebanyak 200.000 jiwa, pada pertengahan abad ke-19 jumlahnya menyusut menjadi 16.000 jiwa saja.


Ahsartag/wikipedia

Alhasil, supaya tidak menginfeksi tetangga sekitar, setiap warga yang sakit beserta seluruh keluarganya harus diam di rumah. Mereka tidak pernah berada di luar lagi dan bertahan hanya dengan sedikit makanan yang diberikan oleh penduduk lain. Saat meninggal, mayat mereka dibiarkan membusuk di dalam rumah.

Terlepas dari itu semua, Dargavs sudah menjadi daya tarik di kawasan Ossetia utara. Suasananya masih benar-benar ‘alami’, sebab tak ada kehidupan penduduk di sekitar dan belum banyak wisatawan yang datang.

Bayangkan saja, Anda harus berjalan sejauh 22 jam dari kota tempat digelarnya Final Piala Dunia 2018, Moskow menuju Ossetia utara. Setelahnya Anda harus menggunakan mobil dari pusat kota Ossetia utara ke Dargavs selama empat jam. Saat tertutup kabut, Dargavs benar-benar sulit dilalui. Apakah Anda cukup berani berkunjung ke kota mati yang dipadati mayat manusia ini, MALEnials?**GP

SHARE