Awas! Gagal Move On di Lingkungan Kerja Baru | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Awas! Gagal Move On di Lingkungan Kerja Baru
MALE ID | Works

Kata “Move on” selama ini identintik dengan perilaku dalam hubungan pria-wanita. Nyatanya istilah yang menyiratkan sikap untuk berpindah atau segera melupakan yang telah lalu, juga berlaku untuk lingkungan kerja.

lingkungan kerja male indonesia
Pixabay.com

Banyak terjadi, seorang karyawan yang sudah lama bekerja dalam suatu perusahaan lalu resign dan berpindah ke lingkungan kerja lain, juga gagal ‘move on’. Walau sudah mendapatkan tempat baru, seseorang tak mudah melupakan lingkungan kerja lamanya. Seperti tak rela kehilangan teman.

Kondisi ini bukan tak ada pengaruhnya bagi lingkungan yang baru ia dalami. Membanding-bandingkan antara tempat kerja lama dengan baru adalah salah satunya. Kerekatan dengan orang-orang di tempat lama membuat cara adaptasi dengan suasana pergaulan baru mengalami hambatan. Bisa hanya sekejap, tapi tak jarang yang berlarut-larut.

Untuk urusan pekerjaan yang ditangani justru dengan cepat beradaptasi. Karena otomatis kesepakatan antara karyawan dengan perusahaan terdapat ikatan komitmen, baik secara administratif maupun job desk yang disanggupi.

“Terus terang, karena saya kerja di perusahaan lama hingga 6 tahun, memang agak sulit melupakan gaya pergaulannya,” cerita Deny, seorang profesional di bidang web programming pada perusahaan multimedia terkemuka.

Faktor pertemanan memang kaya ikatan emosi. Jika tak segera diatasi, lambat laun atau sedkit banyak akan memengaruhi cara beraktifitas di lingkungan kerja baru. Biasanya diawali dengan komunikasi yang distorsi dengan selalu membawa-bawa cerita tempat kerja lama yang sebenarnya enggak nyambung dengan teman-teman di tempat baru. Dan bisa merambah pada hambatan koordinasi.

“Di kantor saya ada seorang karyawan baru yang sudah lumayan senior dalam bidangnya, saat masuk dia selalu membandingkan cara kerja dan banyak cerita tentang lingkungan kerja lamanya. Dan lama-lama justru mengganggu koordinasi kerja kami,” ungkap Raka, music engineer untuk salah satu stasiun TV lokal.

Jika Anda menjadi personal yang mengalami gagal move on ini, segera atasi dengan beberpa hal berikut:

  1. Tetapkan hati untuk berkarya di lingkungan kerja baru dengan segala konsekuensinya, termasuk adanya lingkungan dengan gaya komunikasi yang kemungkinan besar berbeda.
  2. Perlu diingat, bahwa seorang profesional yang baik harus mampu beradaptasi dalam lingkungan kerja seperti apapun.
  3. Mendapat teman dan lingkungan baru justru menjadi kesempatan untuk belajar banyak hal baru, termasuk bagaimana memahami karakter orang lain.
  4. Nikmatilah perkerjaan Anda di tempat baru sebagai satu paket dengan segala sumber dayanya, bukan menikmati status baru ataupun jabatan baru di tempat baru.
  5. Tunda dulu komunikasi agresif dengan teman-teman di lingkungan kerja lama. Misal dalam grup chat, jadilah pengamat dulu, tidak usah terlalu aktif.
  6. Bangun komunikasi dengan teman di lingkungan baru dengan mengawali banyak bertanya. Posisikan diri sebagai warga baru yang ingin tahu banyak hal baru juga.
  7. Tetap rendah hati walaupun mungkin beberapa orang yang baru ditemui punya kapasitas tidak lebih tinggi dari Anda. 
  8. Tunjukkan bahwa Anda pantas bekerja di perusahaan baru itu sekaligus patut diterima oleh lingkungan kerja yang ada.
  9. Yang jelas, belajarlah memosisikan diri sebagai orang lain agar Anda tahu bagaimana sesegera mungkin menjadi bagian tak terpisahkan dari lingkungan kerja baru.
  10. Terakhir, ingatlah, yang sudah berlalu biarlah berlalu. Seenak apapun tempat kerja lama, toh realitanya Anda sekarang berkomitmen di tempat baru. Nikmati saja segala kelebihan dan kekurangannya. Dan jangan sekali-kali mengulangi kesalahan yang sama di masa lalu. * (MIND)
SHARE