H1 Mach III, Motor Canggih Pertama Buatan Kawasaki - Male Indonesia
H1 Mach III, Motor Canggih Pertama Buatan Kawasaki
MALE ID | Sport & Hobby

Bila dibandingkan dengan era modern seperti sekarang, H1 Mach III memang tidak termasuk ke dalam jajaran motor canggih layaknya Yamaha R1 atau Kawasaki H2R. Namun pada zaman dahulu, teknologi yang disematkan ke motor ini tergolong mutakhir. Kok bisa?


Chuck Schultz/wikipedia

H1 Mach III adalah street bike pertama (motor produksi massal untuk di jalanan umum) buatan Kawasaki yang dibekali capacitor discharge ignition (CDI). Perlu MALEnials ketahui, di era 70-an, teknologi CDI hanya digunakan pada motor canggih seperti motor balap. Sedangkan motor harian sendiri masih menggunakan pengapian manual atau sering disebut platina.

Spesifikasi mesin yang bersemayam di dalamnya juga tidak sembarangan. Bermesin 2-tak, 499cc, in-line 3 cylinder, karburator Mikuni VM 28, rasio kompresi 6,8:1 dan 5-speed transmission, motor ini sanggup memuntahkan tenaga sebesar 60 HP. Cukup menyeramkan bukan?


Rikita/wikipedia

Sejatinya, Kawasaki H1 lahir melalui proyek awal bernama N100 Plan yang mempunyai perhitungan kubikasi tak jauh berbeda. Konfigurasi mesin tiga silinder dianggap pihak pabrikan jauh lebih ringan dan tidak mudah panas di kaki penunggangnya ketimbang konfigurasi mesin dua silinder. Di era tersebut, H1 Mach III hadir guna menyaingi beberapa motor canggih buatan kompetitor. Antara lain Honda CB 450, Suzuki T 500 1 Cobra serta Yamaha XS 650.

Alhasil, walau memiliki bobot cukup berat (180 kg), H1 bisa mencapai kecepatan 0-100 km/jam dengan catatan waktu sekitar 4 detik, sedangkan top speed-nya sendiri adalah 200 km/jam. Maka tidak salah, apabila berbagai pihak di Amerika memberikan julukan seperti ‘triple with a ripple’, ‘flexible flier’, ‘grenade launcher’ dan yang paling menakutkan yaitu ‘the widowmaker’.

Sangat disayangkan, besarnya tenaga ternyata tidak diimbangi dengan rangka dan kaki-kaki mumpuni. Cukup banyak pengendara kesulitan mengendalikan motor ini, bahkan terbilang sedikit yang menggunakannya di lintasan balap. Hal itu membuat produksi H1 dihentikan Kawasaki pada tahun 1975.

Penerusnya adalah Kawasaki S1 250, yang juga sama-sama bermesin 2-tak, hanya saja bobotnya jauh lebih ringan dan mudah dikendalikan oleh pengendara. Terlepas dari hal tersebut, H1 Mach III layak dijadikan koleksi di garasi Anda karena predikatnya sebagai ‘motor canggih yang merevolusi dunia otomotif’ sudah begitu melekat di kalangan penggila roda dua.**GP

SHARE