Virus Flu Bisa Berasal dari Dalam Rumah Anda - Male Indonesia
Virus Flu Bisa Berasal dari Dalam Rumah Anda
MALE ID | Sex & Health

Virus flu tidak hanya ada di luar ruangan saja. Tetapi bisa ada disekitar lingkungan terdekat Anda, yakni di dalam rumah. Artinya, ketika Anda berdiam diri dan menjauhi lingkungan luar demi kesehatan Anda, belum tentu Anda terhindari dari virus influenza.

Virus flu - Male Indonesiapixabay.com

Bahkan, virus flu ada pada diri Anda sendiri. Cara terbaik untuk terhindar adalah pencegahan dan pengendalian infeksi. Artinya, yang dibutuhkan adalah perubahan pola pikir, Anda harus merawat rumah Anda seperti rumah sakit yang mana kesehatan adalah hal utama.

Kemudian, dengan mengikuti beberapa langkah mudah, Anda dapat mengurangi kemungkinan infeksi menyebernya virus flu di dalam rumah Anda. Berikut beberapa langkah di antaranya.

Berhenti Menyentuh Wajah
Langkah pertama membasmi virus flu dalam proses ini adalah menentukan bagaimana patogen menyebar. Untuk influenza, ada dua rute penyebaran yang terkenal. Yang pertama adalah transmisi langsung dari satu orang ke orang lain melalui air minum dan mungkin melalui udara.

Kedua adalah transmisi tidak langsung di mana orang secara tidak sengaja menginfeksi diri mereka sendiri setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi, kadang-kadang disebut "fomites". Penelitian telah menunjukkan bahwa transmisi tidak langsung memungkinkan kontributor signifikan terhadap penyebaran virus tersebut.

Alasan dari penelitian tersebut, karena manusia memiliki kebiasaan secara teratur menyentuh wajah mereka sendiri, sehingga meningkatkan peluang untuk menempekan virus flu itu sendiri.

Membuat Jarak dengan Televisi
Sentuhan menjadi sebuah dasar penyebaran virus flu di dalam rumah. Apalagi selain wajah, barang-barang di dalam rumah juga bisa menjadi sumber virus tersebut. Barang-barang tersebut misalnya seperti pegangan kulkas, pegangan microwave, kran, sakelar lampu, kenop pintu, toilet, dan yang sering adalah remote control televisi dan perangkat elektronik lainnya.

Semua itu merupakan sumber utama untuk kontaminasi virus dan perlu di-desinfeksi secara teratur. Desinfeksi adalah menghancurkan atau membunuh kebanyakan organisme patogen pada benda atau instrumen dengan menggunakan campuran zat kimia cair yang bersifat nonselektif.

Untuk mengetahui seberapa sering disinfeksi, Anda perlu memahami kemampuan patogen untuk tetap hidup di lingkungan. Percobaan dengan influenza mengungkapkan virus tetap bisa menular di permukaan hingga 24 jam. Ini berarti Anda harus disinfeksi sesering mungkin saat seseorang menunjukkan gejala. Amannya, selama beberapa hari setelah mereka (yang terkena flu) mereda.

Cuci Tangan Secara Teratur
Seiring dengan pencegahan dan pengendalian infeksi, frekuensi tersebut sulit dipelihara. Itulah sebabnya disinfeksi permukaan harus dilengkapi dengan kebersihan tangan yang konstan. Setelah kontak dengan permukaan benda yang mudah tersenruh, Anda harus mencuci tangan. Bersihkan dengan air dan sabun untuk memastikan setidaknya selama 20 detik kemudian keringkan.

Anda juga bisa menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol, terdiri dari antara 62 persen dan etanol 70 persen, selama tangan tetap basah setidaknya selama 15 detik. Bila dijalankan dengan benar, kombinasi antara mencuci tangan dan disinfeksi akan membantu mencegah penyebaran flu yang tidak perlu dan memungkinkan untuk kembali normal.

Proses ini juga dapat membantu menghentikan penyebaran patogen lain, seperti pilek, infeksi kulit, dan virus norovirus yang ditakuti. Meski prosesnya membutuhkan waktu dan energi Anda, tetapi cara ini akan bermanfaat untuk Anda sendiri. ** (SS)

SHARE