Minuman Alkohol Lebih Merusak Otak daripada Ganja? - Male Indonesia
Minuman Alkohol Lebih Merusak Otak daripada Ganja?
Sopan Sopian | Sex & Health

Semua setuju bahwa minuman beralkohol dapat merusak tubuh, begitu pula dengan ganja yang masuk kedalam benda ilegal untuk dikonsumsi. Namun, ada hal lebih rumit dari itu, bahwa konon minuman beralkohol lebih merusak otak daripada ganja.

minuman beralkohol - Male IndonesiaPhoto by Wine Dharma on Unsplash

Sebuah penelitian menghubungkan orang yang minum minuman beralkohol dengan perubahan jangka panjang ke bagian otak, namun tidak menemukan adanya perubahan jangka panjang dalam kaitannya dengan ganja. Studi tersebut menemukan bahwa efek negatif dari minum lebih buruk pada orang dewasa. 

Namun tidak menutup kemungkinan bagi orang yang di bawah usia matang. Bahkan pada orang muda itu ada efek nyata pada pengurangan kadar zat abu-abu, hal-hal yang memproses informasi di otak. Meski begitu, Kent Hutchison dari Universitas Colorado Boulder salah seorang peneliti mengatakan bahwa pihaknya masih memiliki waktu untuk terus meneliti dan menunjukan bahwa hal tersebut masih terasa kompleks. 

Sehingga masih butuh pekerjaan untuk mengetahui secara pasti jiak obat-obatan itu memiliki koneksi di dalam jaringan saraf manusia. "Dengan alkohol, kami tahu ini buruk bagi otak selama beberapa dekade. Tapi untuk ganja, kita hanya tahu sedikit," kata Hutchison.

Penelitian tersebut mengamati pemindaian otak yang dikumpulkan dalam penelitian sebelumnya, di mana mencakup 853 orang berusia antara 18 dan 55, dan 439 orang dewasa muda berusia antara 14 dan 18 tahun. Berbagai tingkat penggunaan ganja dan alkohol telah dilaporkan oleh para peserta.

Peneliti mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi alkohol memiliki pegurangan materi abu-abu di otak. Selain itu, penggunaan alkohol dikaitkan dengan hilangnya integritas dalam materi putih, yakni bagian otak yang menangani komunikasi antara kelompok materi abu-abu, serta kaitannya dengan bagian tubuh lainnya.

Dengan kata lain, kata Kent Hutchison, segala jenis kerusakan pada materi abu-abu atau putih bisa mengganggu fungsi normal otak. Efek negatifnya sangat terasa bagi orang-orang dengan sejarah minum yang panjang. 

Salah satu tujuan utama di balik penelitian ini diungkap Hutchison adalah untuk mengumpulkan lebih banyak informasi tentang dampak cannabinoids, bahan aktif pada ganja terhadap kesehatan manusia. "Terutama karena obat tersebut sekarang legal di beberapa bagian di Amerika Serikat," lanjut dia seperti mengutip laman sciencealert.

Dalam studi ini, setidaknya tidak ditemukan kaitan antara penggunaan ganja dan kerusakan materi abu-abu atau putih di dalam otak. Itu mendukung penelitian lain bahwa gulma tidak seburuk kesehatan Anda seperti minuman beralkohol. Jadi apakah marijuana sudah jelas tidak merusak otak? Tidak juga.

"Terutama dengan penggunaan ganja, masih banyak yang tidak kita ketahui tentang bagaimana dampaknya pada otak, penelitian masih sangat terbatas dalam hal apakah penggunaan ganja itu berbahaya, atau bermanfaat ke otak" kata salah satu peneliti, Rachel Thayer dari Universitas Colorado Boulder. ** (SS)


 

SHARE