Penantian 27 Tahun Mesir untuk Piala Dunia 2018 - Male Indonesia
Penantian 27 Tahun Mesir untuk Piala Dunia 2018
MALE ID | Sport & Hobby

Tim nasional (timnas) Mesir akhirnya lolos pada putaran Final Piala Dunia 2018 setelah penantian panjang selama 27 tahun. Mohamed Salah menjadi 'hero' atas lolosnya Mesir dengan skor  2-1 atas Kongo.

Foto: Saiflee100/Wikipedia

Tim berjulukan The Pharaohs tersebut sebelumnya telah mengikuti putaran final Piala Dunia sebanyak 2 kali. Mesir mengawali debut Piala Dunia mereka di tahun 1934, lalu ikut kembali di tahun 1990. Artinya, Pila Dunia 2018 adalah kali ketiga Mesir menjajal rumput hajatan sepak bola empat tahunan itu.

Tim Nasional Mesir memang boleh disebut sebagai salah satu raja di Piala Afrika. Pasalnya mereka berhasil menjuarai ajang tersebut sebanyak 21 kali. Bahkan berstatus sebagai juara Afrika tujuh kali berturut-turut. Berdasarkan catatan, Mesir menduduki peringkat 31 Federasi Sepakbola Dunia (FIFA). Kini di Piala Dunia 2018, taji mereka diuji sebagai raja di Rusia.

Faktor Penentu
Lolosnya Timnas Mesir ke Piala Dunia sebenarnya menjadi mimpi Salah sejak kecil, dan itu telah dibuktikannya. Namun hal itu saja tidak cukup, masih ada faktor lain. Seperti pelatih, kerjasama tim, dan mimpi besar dunai sepak bola Mesir itu sendiri.

Ketika federasi sepakbola Mesir (EFA) mengumumkan Hector Cuper sebagai pelatih Maret 2015, ada harapan tinggi dari federasi. Dari 29 pertandingan di semua ajang, Mesir besutan Cuper sejauh ini meraih 19 kemenangan, 4 imbang dan 6 kalah. Selain itu, Cuper pernah menjadi pelatih di klub La Liga, Valencia dan salah satu jawara Seri A, Inter Milan. 

Dari segi pemain, selama bermain di kualifikasi Piala Dunia zona Afrika, Cuper sangat bergantung dengan empat pemain. Mereka adalah, Essam El Hadary (kiper), Mohammed Abdul Shafi (sayap kiri), Mohamed El Neny (gelandang bertahan) dan Mohamed Salah (sayap). 

Foto: Mr.Drax/Wikipedia

Kepiawan dalam mengolah si kulit bundar, Mohamed salah memang memiliki skil yang mumpuni. Ia adalah pemain berbakat dengan pengalaman luar biasa, di mana Salah sudah memperkuat sejumlah klub Eropa ternama seperti Chelsea, Roma, Fiorentina, sebelum akhirnya (yang sekarang) bermain untuk The Red, Liverpool.

Ketika kualifikasi Piala Dunia zona Afrika dimulai, Salah masih bermain untuk AS Roma. Di gelaran Liga Italia itu ia menjadi pencetak gol terbanyak kedua di klubnya dengan 15 gol. Salah selalu membawa bentuk permainan yang berbeda bagi Mesir. Termasuk gol penaltinya di menit-menit akhir ketika mengalahkan Kongo 2-1.

Ada hal unik yang menjadi sorotan sebagai faktor lain yang membawa Mesir lolos. Di mana Timnas Mesir kembali di membawa Kiper berusia 44 tahun, Essam El Hadary. Ia sebenarnya sudah menyatakan pensiun dari timnas pada 2013. Ia lebih memilih pensiun ketika menjadi pilihan kedua di timnas. Namun di Piala Afrika 2017, ia kembali mendapatkan jersey nomor 1 dan sukses menjaga gawang Mesir dalam babak kualifikasi. 

Sejak menjalani debut pada tahun 1996, El Hadary telah tampil sebanyak 156 kali bersama Mesir. Jika ikut dibawa ke Rusia tahun depan, pemain yang pernah mencicipi Liga Swiss itu akan memecahkan rekor pemain tertua di putaran final Piala Dunia. ** (SS)

 

SHARE