Ajang Balap MotoE, Kelas Baru di Pacuan MotoGP | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Ajang Balap MotoE, Kelas Baru di Pacuan MotoGP
Sopan Sopian | Sport & Hobby

Ajang balap MotoE menjadi ajang baru untuk para pecinta dunia balap motoGP. MotoE sendiri merupakan ajang balap motor listrik dengan nama resmi FIM Enel MotoE World Cup.

Foto: pxhere.com

Ajang balap MotoE ini resmi diperkanal sebagai kejuaraan balap motor dunia oleh Promotor MotoGP Dorna Sport di Roma, Italia, Selasa (6/2/2018). Balapan MotoE diikuti 18 motor yang berasal dari 11 tim. Tujuh tim diantaranya merupakan tim satelit MotoGP, seperti Tech 3, LCR, Marc VDS, Pramac, Avintia, Angel Nieto dan Gresini.

“Dorna bersama dengan FIM (Federasi Balap Motor Internasional) sangat senang bisa melangkah maju ke dunia mobilitas listrik, sebuah opsi yang kami anggap sebagai jalan paralel untuk masa depan,” ungkap Carmelo Ezpeleta selaku CEO Dorna.

Berbicara balapan berbasin mesin listrik, sebenarnya Formula 1 dengan Formula E (Formula Electric) telah lebih dulu memulainya sejak lima tahun silam. Musim perdana balapan Formula E bergulir pada 12 September 2014 di Beijing. 

Untuk Balap MotoE sendiri diketahui akan berlangsung di pacuan MotoGP pada 2019 mendatang. Namun pada tahun pertama penyelenggaraannya, MotoE hanya bakal berlangsung lima kali dan semuanya di sirkuit di Eropa. 

A post shared by MotoGP (@motogp) on Feb 5, 2018 at 9:40am PST

 

Untuk tes pra musim perdana akan dilakukan di Jerez, Spanyol. Kemudian ditiap serinya hanya akan ada 10 putara. Hal it untuk menyesuaikan daya tahan baterai. Tetapi tidak menutup kemungkinan jumlah putaran bisa bertambah.

Hal yang membedakan dengan MotoGP, pada ajang balap MotoE seluruh tim akan menggunakan sepeda motor yang sama, atau populer disebut one make race. Motor tersebut akan disuplai oleh Energica, perusahaan motor bertenaga listrik asal Italia. Nama motor tersebut adalah EgoGP.

Berkenalan Motor EgoGP
Mengenai motor yang digunakan spesifikasinya mendekati tunggangan Moto2. Standarnya menggunakan mesin listrik berpendingin oli yang mampu menghasilkan tenaga hingga 145 hp pada 4.900-10.500 rpm dan torsi maksimal 200 Nm antara 0-4.700 rpm.

Tenaga tersebut, telah dibuktikan oleh MCN dan Clean Technica, bisa memacu Ego dari diam hingga kecepatan 100 km/jam hanya dalam waktu 3 detik. Kecepatan maksimalnya mencapai 240 km/jam.

Untuk ukuran beratnya sendiri, motor EgoGP ini lebih berat daripada motor yang dikenakan oleh para pembalap MotoGP. Sebagai perbandingan, berat minimum motor MotoGP ditetapkan 160 kg. Sedangkan untuk EgoGP mencapai 280 kg.

A post shared by MotoGP (@motogp) on Feb 6, 2018 at 3:48am PST

 

Kemudian, untuk pengisian bahan bakarnya sendiri tentunya berbeda dengan MotoGP. Bahkan, motor EgoGp ini memiliki waktu yang lebih lama dalam mengisi bahan bakar listrinya. Versi standar dibutuhkan waktu hingga 3,5 jam untuk mengisi baterai dari nol hingga penuh.

Oleh karena itu EgoGP bakal menggunakan teknologi cas cepat DC dengan sistem CCS (combined charging system) agar bisa mengisi baterai dari 0 hingga 85 persen hanya dalam waktu sekitar 20 menit.

Selain itu, untuk akselerasi EgoGp sepenuhnya diatur oleh sistem ride-by-wire, yang memungkinkan pengemudi mengendalikan torsi dan akselerasi motor, berdasarkan torsi regeneratif atau pengereman mesin (engine brake). 

Ego juga dilengkapi dengan fitur asisten parkir (park assistant), pemantau kecepatan, kapasitas baterai, dan pada dasbor motor ini disematkan display digital dari buatan COBO TFT dengan layar warna berukuran 4,3 inci. Konektivitas nirkabel motor didukung oleh teknologi untuk jarak dekat dan UMTS (dalam pengembangan).** (SS)

SHARE