Penyakit Jantung Bisa Timbul Karena Polusi Suara? | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Penyakit Jantung Bisa Timbul Karena Polusi Suara?
Sopan Sopian | Sex & Health

Penyakit jantung yang disebut juga the silent killer ini penyakit yang memiliki mengakibatkan kematian paling tinggi di dunia. Banyak hal yang mengakibatkan seseorang yang mengalami penyakit mematikan ini. Secara umum gaya hidup yang kurang sehat yang menjadi penyebabnya.

penyakit jantung - male Indonesiapixabay.com

Tetapi, ternyata ada faktor eksternal lain yang bisa memicu penyakit jantung, yakni polusi suara. Apalagi, sarana transportasi khususnya di kota-kota besar sudah menjadi kebutuhan yang tak terelakkan dalam kehidupan dengan mobilisasi yang tinggi. Implikasinya orang lebih memilih menggunakan kendaraan daripada berjalan kaki.

Karena itu, banyak juga setiap orang kini memiliki kendaraan pribadi. Bahkan peminatnya pun semakin meningkat. Saking banyaknya permintaan akan kendaraan pribadi, kemacetan semakin tak terelakkan. Imbasnya, kemacetan ini juga menuai masalah baru, yaitu polusi suara. Selain suara kendaraan, salah satunya adalah klakson kendaraan itu sendiri. 

Suara klakson yang bertalu-talu disetiap jalanan kota besar tentu tidak pernah absen dari telinga. Rasa bising klakson ini pastinya kadang membangkitkan emosi. Tidak hanya itu, ketika sedang macet-macetnya, suara sirine pun kadang menjadi "alunan" yang biasa di jalanan macetnya kota besar.

Ternyata, tidak hanya emosi dan psikologi efek dari bisingnya polusi suara tersebut. Hal tersebut juga berdampak buruk pada jantung alias berisiko penyakit jantung. Hal tersebut diungkap dari penelitian yang diterbitkan dalam Journal of The American College of Cardiology. 

Bahwasannya, polusi suara memiliki dampak signifikan pada kesehatan kardiovaskular. Para peneliti dari Jerman dan Denmark, selama bertahun-tahun telah mengamati hubungan antara kebisingan dengan penyakit jantung. Mereka menemukan, orang dan hewan yang terpapar suara keras memiliki tingkat gagal jantung yang lebih tinggi.

Keterkaitannya itu, karena suara keras berdampak pada irama jantung tak teratur, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, sampai gula darah yang tinggi pula. Artinya, menurut para penliti, hal itu terjadi karena polusi suara menyebabkan lonjakan hormon stres dalam tubuh manusia. Hormon inilah yang tampaknya memiliki efek berbehaya pada arteri jantung dan beberapa bagian tubuh lain.

Padahal sudah menjadi konsumsi umum bahwa stres dapat memicu berbagai penyakit mematikan. Meski tak bisa membuktikan bahwa kebisingan menyebabkan penyakit jantung secara langsung, Dr Thomas Munzel, penulis utama penelitian ini dari University Medical Center Mainz Center of Cardiology, menjelaskan bahwa polusi suara harus dianggap sebagai faktor risiko penyakit jantung seperti halnya kolesterol dan obesitas.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada konsensus yang jelas mengenai seberapa besar kebisingan yang dianggap berbahaya bagi jantung. Maka dari itu, pihaknya masih terus melakukan penelitian durasi paparan terhadap suara bising yang berbahaya. Tapi, para penlitii percaya dan tahu bahwa risikonya berasal dari bertahun-tahun terpapar, bukan hanya berhari-hari.

Munzel juga menyebut, orang yang menghadapi polusi suara biasanya memiliki gangguan komunikasi di siang hari dan gangguan tidur di malam hari. Seiring waktu, ini dapat membuat tubuh sakit, mulai dari meningkatkan kolesterol, tekanan darah, hingga denyut jantung.

Mengacu pada Skala Desibel yang dimiliki Badan Kesehatan Dunia (WHO), Munzel menyebut, suara bising adalah suara yang berkekuatan lebih dari 60 desibel. Suara umum yang berkekuatan 60 desibel di antaranya adalah percakapan kantor (dengan suara keras), suara mesin pencuci, hingga suara bising mesin AC. Sebaliknya, suara klakson mobil berukuran 70 desibel dan suara pesawat lepas landas mencapai 120 desibel. ** (SS)

SHARE