Kangbashi, Kota Mengerikan yang Tak Diakui - Male Indonesia
Kangbashi, Kota Mengerikan yang Tak Diakui
MALE ID | Story

Hampir bisa dipastikan, bahwa sebagian besar dari MALEnials belum pernah mendengar sebuah kota mengerikan bernama Kangbashi. Dan bila Anda hendak mencarinya di atlas atau peta dunia, kami berani menjamin Anda akan kesulitan menemukannya. Mengapa demikian?

kota mengerikan male indonesia
Popolon/wikipedia

Sejatinya, kota yang berada di kawasan Ordos, tengah padang pasir Mongolia ini terlihat relatif modern seperti kota-kota lain di negara maju. Fasilitasnya juga terbilang cukup memadai. Namun sekitar sepuluh tahun setelah dibangun oleh para investor, tak ada seorangpun mau tinggal di kota mengerikan tersebut.

Kangbashi mulai dibangun sekitar tahun 2003, sebagai tempat tinggal baru yang modern untuk masyarakat Cina. Selain campur tangan investor, pemerintah Cina setempat juga turut menyumbangkan dana bagi pembangunan kota Kangbashi, seperti beberapa menara residensial, Museum Ordos serta gelanggang olahraga yang mengandung estetika seni. Sayang, penggelontoran dana begitu besar urung membuahkan hasil.

Hingga tahun 2010, penghuni kota Kangbashi bisa dibilang nihil alias nol. Padahal, kapasitas kota dapat ditinggali oleh jutaan orang. Lantaran tidak berpenghuni, Kangbashi kerap disebut-sebut sebagai kota mengerikan sekaligus kota hantu terbesar di Cina, bahkan di dunia.

Apa Penyebab Warga Cina tidak mau Menempati Kangbashi?
Salah satu penyebab warga di Negeri Tirai Bambu enggan menempati Kangbashi yaitu tingginya pajak yang harus dibayarkan. Di samping itu, biaya hidup di kota ini relatif ‘menguras kantong’, sehingga warga berpikir dua kali untuk pindah ke sini.

Kendati demikian, pemerintah setempat tak tinggal diam. Mereka mencoba menarik masyarakat supaya mau tinggal di Kangbashi, tentunya dengan memberikan kompensasi apartemen tanpa dipungut biaya bagi para petani.

Pemerintah juga memindahkan kantornya dari kabupaten yang berjarak kurang lebih 32 km. Harapannya yakni para pekerja akan mempertimbangkan pindah ke sana agar tak terlalu jauh dari tempat mereka bekerja. Faktanya, meski sebanyak 100.000 jiwa kemudian menyebutnya sebagai rumah, sebagian besar bangunan di kota tidak terpakai.

Menurut Raphael Oliver, fotografer yang membuat rangkaian foto berjudul ‘Ordos, A Failed Utopia’, keseluruhan kota tak ubahnya stasiun luar angkasa selepas kiamat pada film bergenre sci-fi. “Itulah gambaran mengenai Kangbashi, seperti bangkai stasiun luar angkasa di film fiksi,” tuturnya.

Belum ‘diakui’ Pemerintah Pusat
Alhasil, wilayah Ordos yang berada di pedalaman Mongolia tidak masuk dalam peta negara Cina. Pemerintah pusat (Cina-red.) beranggapan, walau Ordos punya beberapa bangunan serta jumlah penghuni mencapai angka 100.000, kota tersebut belum layak dimasukkan ke peta. Pemerintah administrasi Kangbashi pun masih terus berusaha mengajukan petisi kepada Beijing agar Kangbashi dimasukkan secara resmi.

SHARE