7 Tips Mengendarai Motor Trail bagi Pemula - Male Indonesia
7 Tips Mengendarai Motor Trail bagi Pemula
MALE ID | Sport & Hobby

Sejak beberapa tahun belakangan, kaum adam di seluruh dunia, khususnya Indonesia sedang gemar-gemarnya mengendarai motor trail. Entah itu hanya sebatas mengaspal di jalanan kota, touring ke luar daerah atau hingga masuk jalur alias offroad di hutan.

mengendarai motor trail male indonesia
pixabay

Menurut crosser kawakan tanah air, Frans Tanujaya, dengan melakukan touring, maka kita bisa menikmati pemandangan. Namun lain halnya jika MALEnials mengendarai motor trail langsung di ‘alamnya’. Misalnya Anda berada di puncak gunung disertai kondisi udara yang juga berbeda.

Oleh karena itu, Frans menyebutkan sedikitnya ada tujuh tips wajib diperhatikan, terutama bagi seorang pemula yang mempunyai niatan menjelajah atau mengendarai motor trail. Simak ulasannya sebagai berikut.

Motor yang Sesuai
Frans menyebut betapa pentingnya pemilihan sepeda motor. Sehingga siapapun yang hendak menikmati alam menggunakan motor trail terbiasa dengan motor dual purpose. “Sebaiknya Anda sudah pindah ke dual purpose. Mau buat sehari-hari bisa, buat offroad pun bisa. Apalagi sepeda motor secara harga sudah mulai sama, spesifikasinya tak jauh berbeda,” ujar Frans.

Body Protector
Body protector sangat dibutuhkan pada bagian vital di tubuh. “Safety itu kan buat kita juga, bukan buat orang lain. Kembali ke diri sendiri aja. Sebelum kejadian, lebih baik siap lebih dulu. Minimal pelindung lutut dan siku, sepatu agak tinggi, jaket, helm dan sarung tangan,” katanya.

Menguasai Teknik Dasar
Seorang pengendara trail harus sudah mempunyai pengetahuan serta ditunjang oleh stamina, sebelum terjun ke alam bebas. “Pertama-tama, posisi badan jangan sampai salah. Banyak orang ingin offroad melibas gunung, tetapi posisinya seperti berkendara di jalan raya,” tutur Frans.

Gabung ke Komunitas/klub
Bergabung dengan sebuah komunitas atau klub memudahkan kita mengetahui teknik dasar mengendarai motor trail. “Sebaiknya bergabung di suatu klub, bukan sekadar punya motor saja,” ujarnya. Ia mencontohkan klub motornya dari Bandung yang cukup legendaris, Terabas. Di klub tersebut, setiap anggotanya memperoleh pendidikan dasar. “Seperti di Wanadri (pelatihan alam). Diajarkan bagaimana attitude, survival dan tekniknya,” ujarnya lagi.

Tahu Medan
Frans mengatakan, takar medan yang akan dipijak sebelum melintas. Entah lewat pinggir atau jalur yang terdapat jejak ban motor. Pasalnya, tak ada seorangpun tahu kondisi di depan pengendara.

Selamat dari Lumpur
Salah satu persoalan di ‘jalur’ adalah kubangan lumpur. Bukan cuma membuat motor trail menjadi susah dikendalikan, melainkan juga menjebak pengendara. “Kalau sampai masuk lumpur, ditakar sedalam apa lumpur tersebut. Lewati jika masih memungkinkan,” ucap Frans.

Jumlah Peserta saat Mengikuti offroad

Jumlah peserta terlalu banyak dalam sebuah perjalanan offroad kerap menimbulkan masalah. Dikisahkan oleh Frans, menjelang event di Rancabuaya beberapa waktu lalu, tidak ada satupun kendala. Namun, di hari-H, tanah justru longsor. “Kami sudah lolos, tapi yang di belakang tidak. Itu sebabnya kalau peserta terlalu banyak. Kira-kira 200 motor di hutan terjebak, sampai harus kontak Dandim untuk membantu mereka keluar,” katanya.**GP

SHARE