Gejala Diabetes yang Masih Sering Diabaikan | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Gejala Diabetes yang Masih Sering Diabaikan
Gading Perkasa | Sex & Health

Gejala diabetes sudah seharusnya diketahui sejak dini. Namun rupanya, justru banyak orang mengabaikan gejala tersebut. Mengapa demikian?

gejala diabetes - Male IndonesiaPexels.com

Sebuah studi mengungkap, sebesar 25% penderita diabetes tipe-2 kurang memahami gejala yang telah mereka alami. Hal itu disebabkan mereka belum peka terhadap munculnya tanda atau gejala diabetes. Padahal, bila dibiarkan akibatnya bisa bertambah parah bagi kesehatan.

Seperti dilansir dari Reader’s Digest, berikut adalah sejumlah pertanda awal seseorang terkena gejala diabetes. Jangan sampai MALEnials mengabaikannya demi kesehatan Anda.

Kencing Terlalu Sering
Edukator diabetes di Illinois sekaligus juru bicara American Assocation of Diabetes Educators, Joy Dobbins menjelaskan, saat seseorang memiliki diabetes, tubuh tidak akan efisien dalam memecah makanan menjadi gula. Alhasil, tubuh mengandung lebih banyak gula yang berada di aliran darah. “Tubuh mengeluarkannya lewat urin, sehingga sering kencing bisa menjadi pertanda awal adanya diabetes dan tidak boleh Anda abaikan begitu saja,” ujar Dobbins.

Berat Badan Berkurang
Ternyata, kehilangan berat badan merupakan ciri utama dari gejala diabetes. Menurut Aaron Cypess, asisten profesor pengobatan di Harvard Medical School, turunnya berat badan bisa menandakan dua macam hal. “Pertama, air yang hilang dari dalam tubuh karena sering kencing. Kedua, Anda kehilangan sejumlah kalori ketika kencing dan Anda tidak menyerap semua kalori dari gula di dalam darah,” kata Cypess.

Maka dari itu, penderita diabetes harus pandai menyeimbangkan berat badannya. Tujuannya supaya kadar gula darahnya juga seimbang.

Haus tanpa Henti
Lantaran sering buang air kecil, Anda pasti terus merasa haus. Dobbins juga melihat pertanda lainnya, bahwa saat orang dicurigai terkena diabetes, mereka cenderung memilih minuman sarat gula. Entah jus, soda atau susu cokelat untuk menghilangkan dahaga. Alangkah baiknya Anda mengonsumsi air putih agar tubuh senantiasa segar dan kerongkongan tidak kering.

Mudah Emosi
Kata Cypess, ketika gula darah meningkat, perasaan seseorang tidak enak dan bahkan bisa lebih mudah marah. Fakta lain mengungkap, tingginya gula darah mempunyai gejala yang sama dengan depresi. Anda akan lelah, enggan melakukan apapun dan hanya ingin tidur. Menariknya, mood berangsur membaik seiring kadar gula darah yang kembali normal.

Pandangan Mata menjadi Kabur
Lensa mata kurang bisa fokus secara baik akibat glukosa yang terbentuk di mata sehingga pandangan menjadi kabur. Tapi Anda jangan khawatir. Menurut Dr Cypess, seseorang tidak serta-merta kehilangan penglihatannya jika mengalami diabetes. “Sekitar enam sampai delapan minggu setelah gula darah stabil, Anda berhenti mengalami hal tersebut. Mata akan menyesuaikan,” tuturnya.**GP

SHARE