Cerita Unik Dibalik Kemunculan Manusia Serigala - Male Indonesia
Cerita Unik Dibalik Kemunculan Manusia Serigala
MALE ID | Story

Manusia serigala atau biasa dikenal dengan werewolf, merupakan sosok fiktif yang sangat populer di dunia. Namun pernahkah Anda bertanya, mengapa kemunculannya begitu dikenal hingga saat ini? Sebagian orang berpendapat, manusia serigala muncul akibat halusinasi. Antara lain pengaruh racun ergot yang dihasilkan oleh jamur claviceps purpurea di dalam gandum.

manusia serigala - Male IndonesiaMM Public Relations/Wikimedia

Halusinasi akibat ergot banyak terjadi di kawasan Eropa pada abad pertengahan. Dimana masyarakat hanya diperbolehkan mengonsumsi biji gandum yang terkena kontaminasi bakteri, sementara gandum bersih disimpan untuk para bangsawan. Tanpa pengalaman atau ilmu cukup, bila memakan biji-bijian itu orang akan merasa menjadi manusia serigala.

Kisah tragis terjadi di Pont St. Esprit, Rhone Valley, Prancis Selatan di tahun 1951. Kurang lebih 300 orang keracunan ergot, lima di antaranya meninggal dunia dan sebagian cacat seumur hidup. Mereka yang cacat mengaku telah mengalami halusinasi mengerikan. Dari gerombolan ular merah melahap otak manusia sampai harus berjuang mati-matian karena dikejar harimau.

Pendapat lain menduga, manusia serigala muncul karena persepsi keliru terhadap penyakit keturunan congenital porphyna. Menurut Dr. Lee Mis dari Guy Hospital, London, pengidap congenital porphyna tidak tahan terkena cahaya, hanya bisa keluar di malam hari, gigi berwarna merah atau coklat kemerahan serta menunjukkan gejala gangguan jiwa. Luka-lukanya lambat laun mengubah bentuk tangan mereka menyerupai cakar.

Sementara sejumlah dokter cukup yakin werewolf sebenarnya adalah penderita berbagai jenis penyakit. Walaupun Dr. Alfonso Ponce de Santa dari Spanyol masih menyebutnya sebagai gejala kemurungan jiwa akibat cairan tertentu dari empedu, yang diduga telah menyerang otak.

Dari sinilah timbul dua perbedaan, antara makhluk mitos manusia serigala dan penderita kejiwaan atau lycanthrope. Robert Burton dalam bukunya The Anatomy of Melancholy menggunakan istilah kegilaan terhadap serigala.

Awalnya, lycanthrope dipakai untuk menggambarkan fenomena kuno berupa kemampuan orang bermetamorfosis menjadi binatang dan menyukai daging manusia. Di kemudian hari istilah tersebut diaplikasikan kepada mereka yang berada di alam subnormal. Kendati demikian, penderita lycanthrope tak pernah berubah bentuk, suara, dan perilakunya menjadi serigala secara nyata.

Di tahun 1541, Padua, Spanyol, seorang petani dengan keji membunuh serta mengoyak tubuh para korbannya. Ketika ditangkap, ia mengaku sebagai serigala meski tidak berwujud binatang. Guna membuktikan ucapan sang petani, penduduk setempat segera memotong lengan dan kakinya. Apa lacur, yang didapat hanya darah, otot dan tulang manusia.

Dalam buku tulisan Dr. Robert Eisler, Man into Wolf, ia menyebutkan bahwa Adolf Hitler disinyalir menderita lycanthropy. Ia merujuk pada kesaksian bagaimana der Fuhrer memiliki kebiasaan menggigit karpet saat murka.

Jika lycanthrope disebut sebagai penderita kejiwaan, maka werewolf adalah manusia yang dipercaya mampu mengubah dirinya menjadi serigala dengan kekuatan sihir atau mantera khusus. Baik keganasan, kekuatan, kelicikan dan kecepatan larinya sama seperti serigala.

Pendapat yang menguatkan keberadaan manusia serigala didukung spiritualis Rose Gladden atas dasar pemikiran perjalanan astral. “Katakanlah ada seseorang yang pada dasarnya jahat, menyukai hal mengerikan. Saat ia melakukan perjalanan astral, roh jahat akan menangkap dan mengubahnya ke bentuk serigala atau binatang lain,” tutur Rose.**GP

SHARE