Piala Dunia 1930: Kala Eropa Urung Berpartisipasi - Male Indonesia
Piala Dunia 1930: Kala Eropa Urung Berpartisipasi
MALE ID | Sport & Hobby

Niat Presiden ketiga FIFA Jules Rimet menyelenggarakan sebuah turnamen sepak bola secara global terwujud melalui digelarnya Piala Dunia 1930. Berdasarkan Kongres FIFA di tahun 1928, ditetapkan turnamen olahraga terakbar yang bisa menjadi alat pemersatu sekaligus menciptakan perdamaian di seluruh dunia.

piala dunia 2018 male indonesia
Wikipedia

Jauh sebelum Piala Dunia 2018 Rusia begitu dielu-elukan oleh masyarakat luas, Piala Dunia 1930 justru mendapatkan pertentangan, khususnya dari beberapa negara di Eropa. Pasalnya, Uruguay terpilih sebagai tuan pertama turnamen. Kekhawatiran para pesepak bola cukup wajar, mengingat saat itu Benua Biru sedang mengalami depresi. Mereka khawatir akan kehilangan profesinya usai kembali dari Uruguay.

Setidaknya, diperlukan waktu selama satu bulan untuk mengikuti turnamen yang berlangsung lebih dari dua minggu. Ini membuat tim-tim besar Eropa seperti Inggris, Italia, Spanyol, Belanda dan Jerman urung berpartisipasi dalam turnamen tersebut.

Presiden FIFA kala itu, Jules Rimet akhirnya berhasil membujuk beberapa negara seperti Prancis, Rumania, Belgia dan Yugoslavia setelah Uruguay berjanji menanggung biaya perjalanan. Dilansir dari History, King Carol, Raja Rumania bahkan memilih sendiri pemain negaranya dan memberikan cuti selama tiga bulan serta jaminan bahwa mereka akan dipekerjakan kembali usai kembali dari Montevideo.

Sebanyak 13 negara terlibat dalam turnamen dan dibagi menjadi empat grup, dimana satu grup berisi empat negara dan sisanya berisi tiga negara. Negara itu antara lain Argentina, Chile, Prancis dan Meksiko (Grup 1), Brazil, Bolivia dan Yugoslavia (Grup 2), Uruguay, Peru dan Rumania (Grup 3) serta Amerika Serikat, Paraguay dan Belgia (Grup 4).

Lucien Laurent, pemain Prancis menjadi pencetak gol pertama dalam Piala Dunia 1930, sedangkan pemain Argentina Guillermo Stabile menjadi top skorer turnamen dengan menorehkan delapan gol.

Catatan menarik selama turnamen terdapat di laga antara Argentina melawan Prancis di laga kedua Grup 1. Ketika wasit diketahui menghentikan laga enam menit lebih awal dari waktu normal, para pemain Argentina harus dipanggil kembali memasuki lapangan melanjutkan pertandingan.

Final yang berlangsung antara tuan rumah Uruguay melawan Argentina tanggal 30 Juli 1930 disaksikan oleh 93 ribu pasang mata. Tuan rumah berhasil menundukkan Argentina dengan skor 4-2, yang merupakan ulangan laga final Olimpiade 1928.

Beberapa pihak menyebutkan, dalam laga ini masing-masing pihak menggunakan satu bola. Timnas Argentina menyediakan bola tanpa tali (Tiento), dan T-Model bertali dari Timnas Uruguay.

Uruguay menjadi tuan rumah sekaligus negara pertama yang menjuarai turnamen Piala Dunia dan mengangkat Trofi Jules Rimet. Mereka juara untuk kedua kalinya di tahun 1950, saat turnamen diselenggarakan di Brasil. Mampukah mereka mengulangi prestasi tersebut di Piala Dunia 2018 di Rusia?**GP

SHARE