Kapan Sebenarnya Pedang Pria Berhenti Tumbuh? - Male Indonesia
Kapan Sebenarnya Pedang Pria Berhenti Tumbuh?
MALE ID | Sex & Health

Barangkali Anda terheran-heran membaca judul di atas mengenai kapan sebenarnya "pedang" seorang pria berhenti tumbuh. Walaupun, Anda memang pernah bertanya pada diri sendiri, apakah ukuran Mr. P Anda sudah normal atau belum jika dibandingkan pria lain secara umum.

berhenti-tumbuh-male-Indonesiapixabay.com

Pada dasarnya, pertanyaan yang timbul di benak Anda sangat wajar. Mengingat Mr. P merupakan organ vital kaum adam yang bisa diibaratkan layaknya dua sisi mata uang, menjadi kebanggaan sekaligus kecemasan.

Pertumbuhan Mr. P dimulai sejak manusia masih berada dalam kandungan. Ketika ada pengaruh testosteron, organ kelamin pria mulai berkembang disertai sepasang testis, walau bisa dibilang cukup lambat. Setelah berusia remaja sampai 18 tahun, barulah organ tersebut bertambah panjang dan tebal.

Di masa pendewasaan, karakteristik fisik dan seksual pria turut mengalami perubahan. Mulai dari suara yang kian berat, tumbuhnya bulu di badan hingga Mr. P dan testis membesar diikuti dengan bulu kemaluan. Setelah periode kedewasaan berakhir, otomatis ‘pusaka’ pria berhenti tumbuh. Rata-rata pria mencapai pertumbuhan Mr. P maksimal di rentang usia 18-21 tahun.

Berapa Ukuran Normalnya?
Agak sulit menentukan ukuran normalnya. Sebab, hal itu bergantung pada gen yang dimiliki tiap orang, sama seperti ukuran tangan, kaki dan warna mata. Harap diingat, ukuran Mr. P tidak ada hubungannya dengan kejantanan atau kemampuan bercinta.

Namun dalam Journal of Urology, ukuran secara global organ pria dalam kondisi ‘tidur’ berkisar di angka 8,8-10cm dan saat ereksi dapat membesar sampai 13-14,2 cm. Sedangkan, ukuran Mr. P rata-rata pria Indonesia dalam kondisi ‘tegang’ berada di rentang 10,5-12,8cm.

Dapatkah Anda Membesarkan Ukuran Mr. P?
Anda sebenarnya tidak bisa berbuat banyak mengenai hal ini. Pasalnya, semua usaha membesarkan Mr. P sewaktu berhenti tumbuh akan berakhir percuma. Bagi sebagian besar pria, apa yang berada di bawah celana dalam mereka sudah mencapai tahap maksimal dan berlaku seumur hidup.

Sedikit banyak, ukuran organ vital pria ditentukan secara genetik dan ia bukanlah organ statis, melainkan akan mengembang dan kembali mengempis dari waktu ke waktu. Melakukan pembedahan sekalipun mustahil sukses akibat tidak adanya bahan cangkokan dari bagian tubuh lain yang sesuai untuk kebutuhan spesifik tersebut.

Perlu Anda pahami juga, bahwa suplemen atau vitamin pembesar alat vital kurang aman dikonsumsi. Jadi, berapapun ukuran ‘the little boy’, terimalah dengan senang hati karena tak menutup kemungkinan pasangan Anda justru menyukainya.**GP

SHARE