Misteri Angka 420 dan Kaitannya dengan Dunia Ganja | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Misteri Angka 420 dan Kaitannya dengan Dunia Ganja
Gading Perkasa | Story

Mungkin banyak dari Anda masih merasa asing mendengar istilah angka 420 di telinga. Namun tidak halnya bagi mereka yang mengetahui literatur dan seluk-beluk sebuah tanaman penghasil euforia atau rasa senang berkepanjangan bernama daun ganja. Ya, 420 dan ganja sangat erat kaitannya.

angka-420-male-indonesiaSejarah angka 420 menjadi simbol penggunaan dan apresiasi terhadap ganja memiliki banyak versi dan masih belum dapat diketahui kebenaran mutlaknya. Versi yang paling banyak beredar tentang 420 adalah kisah geng remaja penghisap ganja di San Rafael, California, Amerika Serikat pada 1970.

Geng ini dijuluki Waldos, karena mereka sering berkumpul di dekat dinding luar sekolah mereka. Mereka bertemu di bawah patung Louis Pasteur di San Rafael paska jam sekolah selesai, sekitar pukul 4:20 sore untuk menghisap ganja.

Setiap hendak melakukan pertemuan, pada saat bertemu di sekolah, mereka mengatakan kepada anggota lainnya, “420 Louis”. Bila diterjemahkan secara harafiah, kode tersebut berarti “Ayo bertemu di bawah patung Louis Pasteur jam 4:20 pm dan menghisap ganja”.

Entah bagaimana, penggunaan angka tersebut akhirnya terungkap dan banyak diterapkan. Bukan hanya di lingkungan sekolah saja, melainkan juga menyebar ke seluruh kota hingga akhirnya mendunia.

angka 420 male indonesia
Carlos Gracia/flickr

Versi lain dari fenomena ini melibatkan kelompok anak muda yang dijuluki The Bebes. Menurut The Bebes, yang juga tinggal di kawasan San Rafael, California, pencetus kode 420 bukanlah Waldos, namun mereka sendiri. Mereka juga mengaku sebagai kelompok yang membantu menyebarluaskan istilah 420 ke seantero penjuru.

Kendati Waldos dan The Bebes sama-sama mengklaim sebagai penemu pertama angka 420, keduanya masih menjadi teman baik sampai dengan tulisan ini selesai dibuat. Di kemudian hari, 420 digunakan guna menentukan Hari Ganja Internasional yang diperingati setiap tanggal 20 April. Angka 4 menjadi acuan menentukan bulan, sementara angka 20 menjadi acuan tanggal.

Bisa dibilang, ganja adalah budaya kaum hippies yang sempat eksis di Negeri Paman Sam. Tanaman bernama ilmiah cannabis sativa tersebut juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme secara paksa oleh negara kapitalis kepada negara berkembang.

Terlepas dari status ganja yang terkesan negatif di mata dunia, kampanye dan perayaan Hari Ganja Internasional tetap berjalan. Orang-orang dari berbagai negara senantiasa berkumpul dan berkampanye mengenai how to legalize cannabis.**GP

SHARE