Penyesalan Mantan Vokalis Oasis, Liam Gallagher | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Penyesalan Mantan Vokalis Oasis, Liam Gallagher
Sopan Sopian | News

Liam Gallagher dianggap sebagai salah satu musisi paling berpengaruh di industri musik dunia. Banyak hal dari dirinya yang menginspirasi musisi lain, seperti karya, prestasi, penampilan, dan aksi panggungnya.

Foto by 2eight/Wikipedia

Hal itu terbukti sudah, ketika dirinya menggelar konser pada Minggu, 14 Januari 2018 di Ecovention Ancol, Jakarta Utara, Liam Gallagher sukses memuaskan hasrat para penggemarnya di Indonesia. 

Ya, sebelum memutuskan bersolo karir, Liam Gallagher merupakah vokalis yang juga membentuk grup musik Oasis bersama sang kakak, Noel Gallagher di Manchester pada tahun 1991. Awalnya, Oasis menggunakan nama The Rain. 

Setelah mengganti nama menjadi Oasis, para anggotanya menandatangani kontrak dengan label rekaman indie Creation Records dan setelah itu merilis album perdana mereka Definitely Maybe pada tahun 1994. Kemudian, mereka eksis berkarier di dunia musik selama 18 tahun, hingga akhirnya bubar pada tahun 2009 lalu. 

Oasis Live Forever Concert In Taipei/Foto by zero/flickr

Bersama Oasis, selain menelurkan ‘Definitely Maybe’ (1994), Liam juga sukses menelurkan enam albul lainnya yaitu , ‘(What’s The Story) Morning Glory?’ (1995), ‘Be Here Now’ (1997), ‘Standing on the Shoulder of a Giants’ (2000), ‘Heathen Chemistry’ (2002), ‘Don’t Believe the Truth’ (2005), dan ‘Dig Out Your Soul’ (2008).

Namun, dari sekian album yang telah dilahirkannya, lagu-lagu Oasis memang lebih banyak hasil karya Noel Gallagher. Liam Gallagher sendiri  hanya menciptakan 14 lagu. Lagu pertama yang ia ciptakan untuk Oasis berjudul ‘Songbird‘ dan terdapat di album ‘Heathen Chemistry’.

Membentuk Beady Eye
Setelah hengkang 2009 dari Oasis, bersama tiga mantan personel Oasis, Gem Archer, Andy Bell, dan Chris Sharrock, ditambah satu mantan personil band Kasabian, Jay Mehler, ia membentuk band rock bernama Beady Eye. Saat itu, ia yakin seribu persen bahwa band barunya bisa lebih baik daripada Oasis.

Foto by letobladioblada/flickr

Sayangnya, perpecahan pun terjadi kembali. Beady Eye hanya eksis hingga 2014. Pada, 25 Oktober 2014, Liam Gallagher mengumumkan bubarnya Beady Eye lewat akun Twitter pribadinya. Sebelum bubar, Beady Eye menelurkan satu buah album bertajuk ‘Different Gear, Still Speeding’ (2011), dan satu album mini bertajuk ‘BE’ (2013). 

Setelah hengkang dari dua band bentukannya, pada 2015 Liam memutuskan bersolo karier. Pada 26 Juli 2015 Liam Gallagher muncul di sebuah pub Irlandia di Charlestown, County Mayo. Ia memainkan lagu barunya 'Bold' secara akustik. 

Diakun Twitternya pada Januari 2016, ia membantah jika dirinya memiliki rencana mengejar karir sendiri (solo karir). Tetapi, seperti menelan ludah sediri, dalam sebuah wawancara 2016 dengan Q Magazine, secara resmi ia berbicara akan merilis lagu pada tahun 2017 meskipun ia tidak menganggapnya karir solo. Pada Oktober 2017, Liam akhirnya  menelurkan sebuah album solo berisikan 12 lagu yang bertajuk ‘As You Were’.

Prestasi Bersama Oasis, Beady Eye, dan Solo Karir
Bersama Oasis, Liam telah sukses memenangkan 45 dari 90 nominasi penghargaan musik yang mereka terima, termasuk enam Brit Awards, empat MTV Europe Music Awards, dan 17 NME Awards. 

Foto by Rocket000/Wikipedia

Album kedua Oasis, ‘(What's the Story) Morning Glory’ (1995), yang semua lagunya ditulis oleh Noel merupakan album terlaris mereka dan telah berhasil terjual lebih dari 22 juta kopi di seluruh dunia. Album ini juga masuk sebagai nominasi Album Terbaik selama 30 Tahun versi Brit Awards 2010. 

Lagu pertama Liam yang berjudul ‘Songbird’ di album ‘Heathen Chemistry’ (2002) juga sukses bertengger di posisi ketiga di tangga lagu Inggris pada tahun itu. Setelah Oasis bubar dan membentuk Beady Eye, Liam hanya berhasil mendapat satu nominasi di penghargaan musik NME Awards  2011. Single berjudul ‘The Roller’ menjadi satu-satunya lagu terbaik Beady Eye. Pada tahun 2011, lagu itu dinobatkan sebagai lagu terbaik di Inggris.

Saat single pertama dari album solonya ‘As You Were’ yang berjudul ‘Wall of Glass’ dirilis pada Mei 2017, Liam turut andil dalam konser amal untuk menghibur para korban teror Manchester. Saat dirilis pada 6 Oktober 2017, album ‘As You Were’ sukses menjadi terjual sebanyak 103 ribu kopi. Dengan kesuksesannya itu, Liam memecahkan rekor sebagai album dengan pendapatan terbaik di minggu pertama perilisannya selama 20 tahun terakhir.

Selain itu, dipekan pertamanya album ‘As You Were’ juga sukses memuncaki tangga lagu di beberapa negara, termasuk Inggris, Irlandia, Skotlandia, dan Korea Selatan. Di akhir tahun, album ini juga bertengger di posisi sembilan tangga lagu Inggris, mengalahkan album ‘Reputation’ milik Taylor Swift yang hanya berada di posisi 15 dan ‘25’ milik Adele di posisi 18.

Penyesalan Liam Gallagher
Setelah sekian lama hengkang dari Oasis, nyatanya Liam Gallagher masih memiliki kerinduan atas band yang didirikannya itu. Liam mengaku bubarnya grup tersebut merupakan penyesalan terbesar hidupnya.

Foto by 2eight/Wikipedia

Hal itu diungkapkan sang penyanyi kelahiran Burnage, Manchester dalam sesi tanya jawab bersama Guardian. Dia menjawabnya saat ditanya terkait kekecewaan terbesar dalam hidupnya. "Oasis terpecah," katanya. 

Dalam sesi wawancara tersebut, Liam juga menyatakan bahwa hal terburuk yang pernah terjadi padanya adalah dikira sebagai Noel. Kendati Noel seolah masih menjadi musuh terbesarnya, Liam sebelumnya mengaku masih menginginkan adanya reuni Oasis. Seperti dikutip NME, dia menyebut bahwa dirinya bersama Noel lebih baik bersama. ** (SS)


 

SHARE