Melintasi Waktu di Museum House of Sampoerna | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Melintasi Waktu di Museum House of Sampoerna
Gading Perkasa | Story

Nama House of Sampoerna sepertinya masih asing di telinga banyak pihak. Namun bagi MALEnials yang notabene tinggal di Surabaya atau memang asli arek-arek Suroboyo, pastinya paham betul akan perjalanan museum yang menyimpan banyak sejarah tentang rokok Sampoerna ini.

house of sampoerna male indonesia
Haffata Yahfitu

Sejarah House of Sampoerna sulit dilepaskan dari sosok Liem Seeng Tee selaku pendiri industri rokok Sampoerna. Ia adalah seorang imigran dari sebuah keluarga sederhana di provinsi Fujian, Cina. Tak lama setelah ibundanya wafat di tahun 1898, Liem bersama ayah dan kakak perempuannya berangkat menuju Indonesia.

Setibanya di tanah air, Liem harus berpisah dengan saudara perempuannya karena ia diadopsi oleh sebuah keluarga di Singapura. Ia (Liem-red.) kemudian tinggal bersama sebuah keluarga di Bojonegoro dan mulai belajar meracik tembakau pada usia 17 tahun.

Di tahun 1912, Liem menikahi Siem Tjiang Nio. Keduanya lalu menyewa warung kecil di daerah Tjantian (sekarang Canti’an), Surabaya guna menjual berbagai bahan pokok. Liem bahkan menjajakan tembakau menggunakan sepeda onthel menyusuri jalanan Kota Pahlawan.

Berkat perjuangan dan kerja keras, usahanya berkembang cukup pesat. Ia berhasil mendirikan perusahaan tembakau dan rokok bernama N V Handel Maastchapij Liem Seeng Tee yang berubah nama menjadi PT. HM Sampoerna.

Sejarah House of Sampoerna
Liem membeli Jonges Weezen Inrichting atau Panti Asuhan Yatim Piatu anak laki-laki yang berada di Jl. Embong Malang, Surabaya di tahun 1932 dan memanfaatkannya sebagai pabrik produksi rokok Sampoerna. Dan 32 tahun berselang, atau tepatnya tahun 1964, House of Sampoerna resmi didirikan.

HOS mulai difungsikan sebagai museum sejak tanggal 9 Oktober 2003. Bangunannya berwarna abu-abu dan menyerupai benteng. Di bagian depan museum terdapat pilar-pilar berbentuk rokok raksasa dan tulisan, “N V Handel Mij-Sampoerna, Sigaretten Fabriek, Liem Seeng Tee, Anno 1932”.

Di ruangan pertama di bangunan utama museum sebelah kiri, terpajang replika warung yang dulu digunakan oleh Liem Seeng Tee dan Siem Tjiang Nio, sepeda onthel dan peralatan lainnya. Ada pula pajangan berupa cengkeh dan tembakau pilihan dari berbagai daerah. Sementara di sebelah kanan, pajangan foto sang pendiri Sampoerna beserta keluarga menghiasi ruangan. Itu juga meliputi meja, kursi dan lemari kaca miliknya.

Ruangan selanjutnya merupakan memorabilia Marching Band Sampoerna. Sebanyak 234 personil pernah tampil memukau ketika mengikuti Tournament of Roses Pasadena, California pada 1990-1991 silam. Di samping itu terpajang koleksi peralatan mesin cetak Heidelberg, pelat baja, tabung reaksi, alat timbangan, tinta dan kertas untuk membuat kemasan rokok

Menginjak lantai dua, pengunjung bisa melihat langsung pekerja yang memproduksi rokok secara tradisional. Walau demikian, demi alasan privasi dan kenyamanan, Anda dilarang memotret atau mengambil gambar seluruh aktivitas pekerja.

Menikmati koleksi yang berada di House of Sampoerna membuat pengunjung dapat merasakan pengalaman berbeda dalam mengunjungi museum. Pajangan koleksi begitu tertata apik, ditambah pengaturan cahaya sedemikian rupa yang menimbulkan kesan mewah dan elegan.

house of sampoerna male indonesia
Sabung Hamster

Rumah peninggalan Liem yang berada di lingkungan HOS sekarang digunakan sebagai kantor sekaligus kafe. Di sini pula terdapat pajangan mobil Rolls Royce tahun 1972 yang diproduksi terbatas. Mobil milik generasi kedua keluarga Sampoerna tersebut mempunyai plat nomor kendaraan unik, SL 234.

Lokasi museum berada di Jl. Taman Sampoerna No. 6, Surabaya. Akses menuju ke sana cukup mudah. Anda akan melewati beberapa bangunan bersejarah, seperti Gedung Siola, Monumen Tugu Pahlawan, Jembatan Merah dan Penjara Kalisosok. Perjalanan berkunjung ke HOS dipastikan memberikan pengalaman tersendiri bagi Anda.

Jika Anda adalah penggemar benda seni, jangan lupa memasuki ruangan galeri seni yang berada di bagian belakang bangunan utama House of Sampoerna. Buka pada setiap hari kerja, dari pukul 09.00-22.00 WIB tanpa dikenai biaya masuk alias gratis.**GP

SHARE