Benarkah Mengurangi Rokok Memperbaiki Kesehatan? | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Benarkah Mengurangi Rokok Memperbaiki Kesehatan?
Gading Perkasa | Sex & Health

Banyak perokok berat berniat mengurangi rokok demi kesehatan. Memang, kebiasaan merokok apalagi menghabiskan satu kotak per harinya tidaklah baik. Dimana kandungan nikotin dan tar yang masuk ke dalam tubuh bersifat merusak paru-paru.

mengurangi rokok - Male Indonesiapexels.com

Alhasil, para perokok melakukan berbagai cara guna mengurangi rokok mereka. Antara lain menghisap vape sebagai pengganti rokok hingga hanya merokok satu atau dua batang sehari. Menurut mereka, dengan membatasi rokok hidup sehat bisa mereka dapatkan. Benarkah demikian?

Sayang seribu sayang anggapan tersebut hanyalah harapan semu belaka. Penelitian menemukan fakta, merokok satu batang per hari saja sudah berisiko cukup tinggi terhadap kesehatan.

Dari riset yang diterbitkan dalam jurnal BMJ ini, perokok yang merokok sebatang per hari mempunyai kecenderungan terkena penyakit jantung koroner sebesar 74% dibandingkan orang yang tidak merokok. Hasil itu diperoleh paska menyesuaikan faktor risiko dan usia beserta faktor masalah jantung lainnya.

Seperti dilansir Men’s Health, jika perokok menghisap rokok sebanyak 20 batang sehari - sekitar satu bungkus - memiliki risiko penyakit jantung dua kali lipat lebih besar dibandingkan bukan perokok. Sedangkan pada otak sendiri, merokok satu batang sehari juga rentan terkena penyakit stroke sebesar 30%. Sama seperti penyakit jantung, mereka (perokok satu batang sehari) berisiko menderita stroke dua kali lipat.

Jadi, walau memang betul bahwa efek mengurangi rokok hingga sebatang sehari lebih ringan daripada satu bungkus, perbedaannya tidak begitu signifikan seperti yang Anda bayangkan sebelumnya. Risiko yang ada bukan 1/20 - mengikuti jumlah batang rokok per bungkus - namun hanya berkurang setengahnya saja.

Zat kimia yang terkandung di dalam rokok dapat merusak struktur dan fungsi pembuluh darah. Hal ini turut meningkatkan potensi arteriosclerosis serta penimbunan plak. Seiring berjalannya waktu, perokok akan mengalami pengerasan dan penyempitan arteri, aliran darah terbatas dan berujung pada penyakit jantung atau stroke.

Inti dari penjelasan di atas adalah, mengurangi rokok bukan jawaban yang tepat apabila ingin hidup sehat. Para perokok betul-betul harus berhenti secara total. Kendati demikian, jika Anda seorang perokok berat, keputusan tetap berada di tangan Anda sendiri. Sayangilah hidup dan segeralah berubah!**GP

SHARE