Roda, Penemuan Terlambat dalam Sejarah Manusia | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Roda, Penemuan Terlambat dalam Sejarah Manusia
Sopan Sopian | Story

Dalam dunia modern, Kehadiran roda mungkin tidak terlalu banyak mendapatkan sorotan dari segi inovasi dibandingkan perangkat lain seperti smartphone  dan lainnya dari sisi teknologi. Tapi sebagai benda umum yang dimanfaatkan di setiap kebutuhan transportasi. Ada sejarah dan filosofi unik dari kehadiran roda yang membuatnya lekat dengan kehidupan manusia. 

A Mesopotamian wheel/zoomlabakalim

Jika Anda perhatikan lebih dalam. Roda merupakan sebuah dasar dari teknologi itu sendiri. Setiap teknologi Anda akan menemukan roda. Baik itu sebagai ban, atau dalam mesin sehari-hari. Kemudi bahkan telah dijiwai dengan makna simbolis, yang paling terkenal, apa itu? sebuah metafora untuk siklus kehidupan. "Roda kehidupan akan terus berputar," begitulah maksudnya.

Meski telah meresap kepada ranah semua kehidupan, bagi kebanyakan orang tentu berpikir bahwa roda hanya penemuan sederhana atau bahkan primitif dibandingkan dengan beberapa gadget mewah yang semua orang miliki saat ini. Namun, roda yang khusus sebagai alat transportasi sebenarnya diciptakan pada titik relatif terlambat dari sejarah manusia. 

Menurut laman ancient-origins, Roda tertua yang ditemukan dalam sebuah penggalian arkeologi berasal dari Mesopotamia, sekitar tahun 3500 SM. Periode ini dikenal sebagai Zaman Perunggu. Zaman ini merupakan bab sejarah manusia yang relatif terlambat dalam kisah perkembangan peradaban manusia. 

Karena, pada Zaman Perunggu ini, manusia sudah menganal yang namanya menanam tanaman, menggiring hewan (memelihara hewan), dan memiliki beberapa bentuk hirarki sosial. Salah satu alasan mengapa roda ditemukan hanya pada titik ini dalam sejarah adalah karena fakta bahwa alat-alat logam yang diperlukan untuk pahat lubang halus pas dan as juga baru ditemukan. 

Roda untuk tembikar/foto by Mar11/Wikipedia

Penemuan itu menyebabkan alasan berikutnya, di mana roda bukan hanya sebuah silinder bergulir di samping.  Tetapi silinder yang terhubung dengan kestabilan, platform yang stasioner. Konsep wheel-axle ini sebenarnya jenius tetapi juga sebuah tantangan. Karena  ujung as roda, serta lubang di tengah roda harus sangat halus dan bulat. 

Gagal untuk mencapai konsep tersebut akan menghasilkan terlalu banyak gesekan antara komponen-komponen di dalamnya, sehingga roda tidak akan berputar dengan baik. Selain itu, meskipun poros harus pas di lubang-lubang roda, komponen di dalamnya juga  harus memiliki cukup ruang untuk memungkinkan perputaran bebas.

Mengingat kompleksitas kombinasi wheel-axle, mungkin Anda akan terheran-heran jika awal diciptakan roda ini bukanlah untuk transportasi. Saat awal penemuannya, roda tidak diciptakan untuk tujuan transportasi. Sebaliknya, bahwa roda pertama kali digunakan untuk membuat tembikar (porselen). 

Saat roda ditemukan oleh arkeolog dengan usia 5.500 tahun di Mesopotamia. Itu adalah roda untuk pembuatan tembikar (penggunaan roda untuk pembuatan tembikar yang diduga lebih jauh kembali ke Zaman Neolitikum).  Tampaknya penggunaan roda untuk transportasi hanya terjadi 300 tahun kemudian. 

Ljubljana Marshes Wheel/foto by File Upload Bot (Magnus Manske)/wikipedia

Meskipun roda tertua di dunia telah ditemukan di Mesopotamia, gambar awal gerobak roda ditemukan di Polandia dan di tempat lain di stepa Eurasia. Beberapa referensi mengatakan bahwa penemuan roda oleh manusia mungkin terjadi hanya sekali, dan menyebar dari tempat asalnya ke belahan dunia lainnya.

Tetapi ada yang percaya bahwa penemuan roda itu dikembangkan secara independen di bagian dunia yang terpisah namun dalam kuruan zaman atau waktu yang sama. Sebagai contoh, dari laman wikipedia, penemuan roda kayu "The Ljubljana Marshes Wheeladalah" ditemukan di ibukota Slovenia pada tahun 2002 silam dengan usia 3150 SM.

Saat ini, tempat kelahiran roda dikatakan baik yaitu di Mesopotamia atau stepa Eurasia. Meskipun Mesopotamia memiliki roda tertua yang diketahui, namun bukti linguistik mendukung bahwa roda berasal dari stepa Eurasia. 

Meskipun roda telah merevolusi cara awal manusia melakukan perjalanan dan mengangut barang dari satu tempat ke tempat lain, roda itu bukanlah penemuan yang sempurna. Misalnya untuk di daerah gurun, unta adalah bentuk yang jauh lebih efisien transportasi di lingkungan padang pasir bila dibandingkan dengan roda.

Namun demikian, roda masih digunakan untuk keperluan rumah tangga, seperti untuk irigasi, penggilingan, dan membuat tembikar. Hal ini menunjukkan berbagai penggunaan roda, dan pentingnya bagi umat manusia. 

Sehingga, menurut Dhwty seorang mahasiswa Arkelogi dengan gelar Bachelor of Arts (BA) mengatakan bahwa menusia harus mengubah cara pandang tentang roda, dan tidak melihatnya sebagai penemuan dasar dengan 'manusia primitif'. Sebaliknya, harus melihatnya sebagai salah satu prestasi besar masyarakat manusia. ** (SS)

SHARE