Musisi Peraih Penghargaan Grammy Paling Banyak | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Musisi Peraih Penghargaan Grammy Paling Banyak
Sopan Sopian | News

Gramophone Awards atau yang  lebih dikenal dengan Grammy Awards atau juga Penghargaan Grammy menjadi satu ajang penghargaan bergengsi bagi musisi di seluruh dunia. Karena diberikan oleh National Academy of Recording Arts and Sciences di Amerika Serikat untuk mengakui prestasi yang luar biasa dalam industri musik.

Perlu Anda ketahui, Penghargaan Grammy memiliki asal-usul dalam proyek Hollywood Walk of Fame tahun 1950-an. Malam upacara penganugerahan Grammy yang pertama diselenggarakan pada tanggal 4 Mei 1959, untuk menghormati prestasi musik oleh artis untuk tahun 1958. Setelah upacara 2011, NARAS merombak banyak kategori Grammy Award untuk tahun 2012. 

Penghargaan Grammy juga  diakui oleh beberapa penghargaan industri musik lainnya seperti: Penghargaan Emmy (televisi), Tony Award (performa panggung), dan Academy Award (film). Pada Februari 2009, 7.578 trofi Grammy telah diberikan. Lalu siapa saja musisi yang paling banyak memenangkan penghargaan ini?

1. Sir Georg Solti

Foto by Allan warren/Wikipedia

Bagi para penggiat musik, tentu nama Sir Georg Solti bukanlah orang asing dalam belantika musik dunia, khususnya dunia opera. Pria kelahiran Budapest (1912 – 1997) ini terkenal dengan karyanya sebagai music director dari Chicago Symphony Orchestra. 

Perjalanannya di zaman Nazi, menjadikan karirnya sedikit terhambat, karena ia memiliki latar belakang Yahudi, ia terpaksa harus melarikan diri terhadap 'politik Hungaria' Nazi dan berlindung di Swiss. Selama Perang Dunia kedua, ia menetap di sana.

Meski begitu, dedikasinya terhadap dunia musik opera tidak luntur. Setelah perang, Solti diangkat sebagai direktur musik dari Bavarian State Opera di Munich pada tahun 1946. Selama karirnya, Solti membuat hingga 250 rekaman.  termasuk 45 set opera lengkap. Berkat kiprah dan tangan dinginnya, ia memenangkan 31 Penghargaan Grammy. 

2. Quincy Jones

Foto by Toglenn/Wikipedia 

Peraih Penghargaan Grammy kedua setelah Solti adalah Quincy Delightt Jones, Jr. merupakan pemusik jazz berkebangsaan Amerika Serikat. Kariernya merentang selama lima dasawarsa dalam industri hiburan. 

Quincy Jones diakui sebagai produser dari album Thriller ikon pop Michael Jackson yang telah terjual lebih dari 110 juta kopi di seluruh dunia, dan sebagai produser dan konduktor dari lagu amal “We Are the World”.

Nama besar sekelas Frank Sinatra, Aretha Franklin dan Celine Dion pastinya pernah terlibat project musik bersama Jones. Atas kerja kerasnya, Jones sudah meraih 27 penghargaan Grammy, termasuk sebuah Grammy Legend Award pada tahun 1991. 

3. Alison Krauss

Foto by BrotherDarksoul/Wikipedia

Seorang penyanyi bluegrass-country dan pemain Biola asal Amerika Serikat ini juga tak kalah kalah dengan para seniornya dalam dunia musik. Lagu “When you say nothing at all” saja telah menjadi lagu legend dan ikonik, karena lagu tersebut kerap dinyanyikan dalam setiap resepsi pernikahan. Alasannya, liriknya luar biasa romantis. 

Tak tanggung-tanggung, Alison terjun dalam dunia musik sekaligus merilis album perdananya pada usia 14 tahun. Kemudian ia diundang masuk ke sebuah band yang sampai sekarang masih menjadi anggota Alison Krauss + Union Station (AKUS). Album perdana grup ini dirilis pada tahun 1989. Sampai tahun 2009 ia telah merilis sebelas album.

Luar biasanya, Alison Krauss pertama kalinya meraih Penghargaan Grammy ini pada usia 19 tahun, dalam penghargaan 'Best Bluegrass Recording' yang digelar pada 1991. Hingga kini, namanya di penghargaan musik paling bergengsi ini bisa disejajarkan dengan Quincy Jones, karena sama-sama meraih penghargaan sebanyak 27 piala gramofon.

4. Pierre Boulez

Foto by Jan Arkesteijn/Wikipedia

Komposer Perancis ini memang mengejutkan. Sebagai sosok yang cukup dikenal di dunia musik khususnya pascaperang dunia, ternyata Pierre Boulez adalah seorang ilmuwan matematika. Lahir di Montbrison di departemen Loire Perancis, putra seorang insinyur, Boulez belajar di Conservatoire de Paris dengan Olivier Messiaen, dan secara pribadi dengan Andrée Vaurabourg dan René Leibowitz. 

Ia memulai karir profesionalnya di tahun 1940-an sebagai Music Director dari perusahaan teater Renaud-Barrault di Paris. Sebagai komposer muda di tahun 1950-an ia dengan cepat menjadi tokoh terkemuka dalam musik avant-garde, memainkan peran penting dalam pengembangan serialism terpisahkan dan dikendalikan kesempatan musik. Dari tahun 1970 dan seterusnya ia merintis transformasi elektronik musik instrumental secara real time. 

Sejalan dengan aktivitasnya sebagai seorang komposer Boulez menjadi salah satu kondukter yang paling menonjol dari generasinya. Dalam karir yang berlangsung lebih dari enam puluh tahun, ia memegang posisi Kepala Kondukter dari New York Philharmonic dan BBC Symphony Orchestra. Perpindahan profesi dari ilmuan matematika tidak sia-sia, pasalnya, sebagai komposer dan kondukter, Boulez berhasil mendapatkan 26 Grammy Awards sepanjang karirnya.

5. Vladimir Horowitz

Foto by Etincelles/Wikipedia

Vladimir Horowitz bisa dibilang sebagai salah satu pianis terbaik sepanjang masa. Bahkan,  Pria asal Kiev, Ukraina ini, yang menemukan teknik bermusik, Virtuoso. Pertama kali Horowitz tampil di publik sebagai pianis adalah di Berlin.

Dengan nama lahir Horowitz Samoylovich vladimir, ia sebenarnya tidak memiliki darah seni khususnya bidang musik. Karena, ia lahir dari Sophia Bodik, seorang insinyur listrik. Justru, Horowitz dikenalkan dengan musik oleh pamannya sendiri. Di mana pamannya ini adalah murid dan teman dekat Alexander Scriabin (seorang pianis). 

Selain di Berlin, Horowitz memberikan debutnya di Amerika Serikat pada tanggal 12 Januari 1928, di Carnegie Hall. Dalam sepanjang karirnya di dunia musik, ia pun telah mengantongi 25 Grammy Awards sepanjang hidupnya. 

6. U2

Foto by Y2kcrazyjoker4/Wikipedia

Siapa yang tidak kenal dengan band yang digawangi Bono (Paul David Hewson, vokal dan gitar), The Edge (David Howell Evans, gitar, piano, vokal dan bas), Adam Clayton (bas dan gitar) dan Larry Mullen, Jr (drum). Bagi penikmat musik biasa-biasa saja rasanya akan familiar dengan nama U2. Apalagi dibalik tangan kreatif yang juga sebagai pentolan U2, yakni Bono.

Ya, Bono menjadi seorang musisi yang handal dalam menciptakan karya emas untuk bandnya. Tak salah jika U2 menjadi band paling banyak meraih Penghargaan Grammy, dengan mengantongi 22 piala gramofon. ** (SS)

SHARE