Perilaku Phubbing, Duri dalam Hubungan - Male Indonesia
Perilaku Phubbing, Duri dalam Hubungan
MALE ID | Relationships

Di dalam dunia yang serba gadget, setiap orang pasti tidak akan ingin melepaskan smartphone dari tangannya meski pada posisi sedang bersama pasangan. Bahkan dari bangun tidur pun seperti bukan lagi jam yang dilihat, melainkan isi dari smartphone itu sendiri. Perlikau ini disebut, perilaku phubbing atau juga disebut 'kegilaan' terhadap smartphone.

Perilaku Phubbing - male Indonesiapxhere.com

Phubbing sendiri akronim dari phone snubbing. Perilaku ini memang terdengar sepele memang, tetapi berdampak serius jika Anda termasuk pria yang memiliki perilaku ini dan terus dibiasakan. Karena perilaku ini bisa menjadi "duri" dalam hubungan Anda. Artinya, perilaku ini bisa mengancam hubungan dengan kekasih Anda.

Profesor James Roberts dan Meredith David dari Baylor University Hankamer School of Business, Amerika Serikat sempat merilis sebuah studi keberkaitan antara phubbing dan kepuasan hubungan asmara pasangan. Dari penelitian yang diikuti dari 175 pasangan, hasilnya menunjukan bahwa semakin asyik pasangan melakukan phubbing, pasangan merasa tidak puas menjalani hubungan.

Sebab, dari 175 pasangan, 46 persen pasangan melakukan phubbing dan 22 persen di antaranya mengatakan, perilaku 'kegilaan' terhadap smartphone ini telah menyebabkan ketegangan dalam hubungan mereka. Lebih dari itu, James juga dalam penelitiannya menghasilkan bahwa saat ini orang dengan ketergantungannya terhadap smartphone meingkat, orang bisa sampai mengecek smartphone sebanyak 150 kali dalam sehari.

Menyedihkannya, Profesor Meredith David selaku salah satu peneliti menyatakan bahwa, banyak orang yang merasa bahwa ponsel membantu dalam komunikasi dan hubungan mereka sehari-hari. Akan tetapi kenyataan yang ada malah menyatakan bahwa keberadaan ponsel dapat mengganggu waktu yang seharusnya dinikmati berdua oleh pasangan. 

Masih Bisa Diatasi
Perilaku yang seharusnya tidak ada ini sebenarnya menjadi hal yang menghawatirkan memang jika efeknya membuat sebuah hubungan disepelekan daripada sebuah telepon genggam. Tetapi, perilaku ini masih bisa diatasi. 

"Kuncinya adalah kesadaran bahwa partner membutuhkan kita dan kehadiran menjadi hal yang tidak dapat diganggu gugat. Kita tentu merasa bahagia saat orang yang dikasihi hadir seutuhnya," tulis Barbara Fredrickson dalam buku Love 2.0.

Jadi, hal-hal kecil seperti mengobrol saat makan bersama atau mengobrol sebelum tidur dapat menumbuhkan keintiman, sehingga saat seperti itu sebaiknya menahan diri untuk tidak membuka ponsel. Jika hal ini masih belum cukup berhasil, berikan metode zona bebas ponsel atau peraturan tak tertulis bersama pasangan untuk tidak meletakan ponsel di celana atau di depan meja saat bersama.

Yang namanya 'ketagihan' memang metode apapun rasanya kurang saja. Jika dengan metode zona bebas ponsel, cara terakhir yang mungkin juga kurang baik, tetapi patut dicoba, yakni mematikan ponsel saat Anda bersama pasangan Anda. Anda hanya tinggal pilih, memilih sebuah alat atau hubungan yang langgeng? ** (SS) 

SHARE