Sering Menahan Bersin Dapat Berakibat Fatal, Awas! - Male Indonesia
Sering Menahan Bersin Dapat Berakibat Fatal, Awas!
MALE ID | Sex & Health

Hampir sebagian besar orang seringkali menahan bersin, tepatnya pada saat bersin mulai terasa. Bagaimana dampaknya pada tubuh?

menahan bersin - male Indonesia
Thom Chandler/flickr.com

Bersin adalah respon alami terhadap rangsangan di organ pernapasan. Ketika berada di waktu yang kurang tepat, biasanya kita berusaha sedemikian keras menahan bersin dengan menutup hidung dan mulut agar tidak mengganggu atau mengagetkan orang lain.

Tetapi awas, kebiasaan tersebut dapat berakibat fatal bagi tubuh Anda jika terus-menerus dilakukan. Seperti dilansir dari BBC, tindakan menahan bersin berpotensi merusak tenggorokan, kerusakan pada gendang telinga bahkan pecahnya pembuluh darah di otak.

Satu contoh nyata terjadi pada seorang pria berusia 34 tahun di Leicester, Inggris. Pria tersebut dilaporkan mengalami kerusakan di tenggorokannya sewaktu hendak menahan bersin dengan cara menjepit hidung dan menutup mulutnya.

Alhasil, besarnya tekanan merobek selaput tipis yang berada di tenggorokan. Walau kasus seperti ini sangat jarang dan tidak familiar, dokter menyarankan supaya kita tetap berhati-hati dan mewaspadai dampaknya.

Dalam jurnal BMJ Case Reports, disebutkan bahwa bersin yang ditahan juga mengakibatkan telinga rusak serta memicu pembengkakan di pembuluh darah yang menuju ke otak. Pada beberapa kasus tertentu, menahan bersin bahkan dapat membuat udara terperangkap di dalam paru-paru.

Pria asal Inggris yang gendang telinganya rusak itu mengatakan jika dirinya merasakan sensasi pecah di lehernya. Dalam waktu seketika, ia kesulitan menelan apalagi berbicara.

Paska dilakukan pemeriksaan oleh dokter, mereka menemukan adanya pembengkakan dan rasa nyeri di bagian tenggorokan dan leher pasien. Hasil rontgen menunjukkan sejumlah udara mengalir dari pipa udara ke selaput tipis di lehernya. Karena kejadian ini, sang pasien harus makan melalui selang selama tujuh hari sampai masa penyembuhan selaput di tenggorokannya benar-benar selesai.

Selain itu pasien juga diberi obat antibiotik intravena sehingga rasa sakitnya mulai reda. Setelah menghabiskan waktu satu minggu di rumah sakit, ia bisa kembali ke rumah untuk pemulihan.

Para dokter dari Departemen THT Leicester Royal Infimary menyampaikan, menahan proses bersin agar tak keluar lewat hidung dan mulut merupakan tindakan yang sangat berbahaya dan harus dihindari. Mereka turut menambahkan, meski bersin baik dilepaskan, pastikan agar menutupi mulut dengan tisu saat bersin. Hal ini bertujuan menghindari penyebaran penyakit dan virus.**GP

SHARE