Keputusan Wasit Sepakbola Paling Mengejutkan - Male Indonesia
Keputusan Wasit Sepakbola Paling Mengejutkan
MALE ID | Sport & Hobby

Setiap keputusan wasit di lapangan hijau kerap menuai pro dan kontra di kalangan pecinta si kulit bundar seantero dunia. Sang pengadil diberi tanggung jawab besar untuk mengambil keputusan dengan benar dan seadil-adilnya dalam sebuah pertandingan sepakbola. Oleh karena itu, menjadi wasit bukan perkara mudah.

Sosok mereka kerap terabaikan oleh khalayak bila keputusan yang diambil tepat dan tidak berat sebelah. Akan tetapi, cukup banyak dari para pengadil terbukti keliru dalam mengambil tindakan yang pada akhirnya merugikan salah satu pihak. Parahnya, hal ini tak hanya terjadi di pertandingan biasa, melainkan juga ajang bergengsi seperti Liga Champions hingga Piala Dunia.

keputusan wasit
????? ???????a/wikimedia

Akibatnya, keputusan wasit yang kontroversial mengundang kecaman dan cemoohan oleh publik. Beberapa diantaranya bahkan menjadi korban kekerasan suporter yang terjun ke lapangan seusai pertandingan. Ancaman pembunuhan juga tak bisa dihindari. Boleh dikatakan, keputusan mereka adalah yang terburuk dalam sejarah sepakbola.

Oke, langsung saja simak keputusan wasit paling kontroversial berikut ini.

Byron Moreno (Italia vs Korsel, Piala Dunia 2002)
Sejak awal Piala Dunia 2002, Korsel yang bertindak selaku tuan rumah kerap diuntungkan oleh keputusan wasit. Hal ini terbukti ketika wasit yang memimpin pertandingan antara Italia vs Korsel di perdelapan final, Byron Moreno seolah memberi jalan mulus pada negeri ginseng.

Tercatat 6 keputusan kontroversial wasit asal Ekuador itu dinilai merugikan timnas Italia. Antara lain Gol Damiano Tommasi yang dianulir, padahal ia dalam posisi onside. Yang paling mencolok adalah ketika di menit 103 Fransesco Totti dilanggar oleh pemain belakang Korsel, Tae Young Kim. Apa yang terjadi kemudian? Moreno mengganjar Totti dengan kartu kuning kedua karena dianggap diving. Pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk Korsel.

Usut punya usut, ia dendam karena negaranya, Ekuador dikalahkan Italia di fase grup dan gagal lolos ke babak selanjutnya. Namun Tuhan tidak tidur. FIFA mencoret namanya dari daftar wasit internasional pada 8 November 2002. Ia dilarang memimpin pertandingan selamanya.

Ali bin Naseer (Argentina vs Inggris, Piala Dunia 1986)
Pertandingan ini dikenal sebagai momen paling buruk dalam sejarah sepakbola. Kejadian berawal dari aksi Diego Maradona yang meninju bola ke arah gawang dan tak dapat dihalau kiper Inggris saat itu, Peter Shilton. Handsball yang dilakukan Maradona luput di mata Ali bin Naseer dan justru mengesahkan gol tersebut.

Wasit asal Tunisia ini juga melakukan blunder dengan tidak mengganjar kartu kepada pemain Inggris, Terry Fenwick yang berkali-kali melanggar Maradona. Usai pertandingan, dunia mulai mengenal istilah gol “Tangan Tuhan”. Banyak pihak beranggapan, bila bukan Ali yang memimpin pertandingan maka skor bisa saja berubah.

Charles Corver (Jerman Barat vs Prancis, Piala Dunia 1982)
Pertandingan ini diwarnai berbagai insiden dan sangat keras. Suasana stadion kian mencekam setelah kiper Jerman Barat, Harald Schumacher berbenturan dengan pemain belakang Prancis, Patrick Battiston. Aksi menyikut yang disengaja oleh Schumacher mengakibatkan Battiston koma dan mengalami patah tulang belakang.

Ironisnya, wasit asal Belanda Charles Corver tidak menghadiahi kartu kepada kiper Jerman tersebut. Pertandingan ini dimenangkan Jerman Barat melalui adu penalti dengan skor 5-4.

Graham Poll (Kroasia vs Australia, Piala Dunia 2006)
Keputusan wasit asal Inggris ini bukan merupakan sebuah kontroversial, melainkan kecerobohan yang tidak profesional. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Graham Poll mengganjar seorang pemain Kroasia, Josip Simunic dengan kartu kuning sebanyak tiga kali sebelum diusir. Seharusnya, seorang pemain sepakbola diwajibkan keluar dari lapangan setelah dua kali menerima kartu kuning.

FIFA memberhentikan Graham Poll dari ajang Piala Dunia 2006 setelah insiden memalukan tersebut. Tak lama berselang, ia mengumumkan pengunduran diri sebagai wasit internasional.**GP

SHARE