Hutan Bunuh Diri Paling Menyeramkan di Dunia | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Hutan Bunuh Diri Paling Menyeramkan di Dunia
Gading Perkasa | Story

Pernah mendengar sebuah hutan bunuh diri paling menyeramkan di dunia? Anda bisa mengunjunginya ketika berada di tanah para samurai, Jepang.

hutan bunuh diri male indonesia 1
Simon

Pada dasarnya, hutan bernama Aokigahara itu adalah hutan yang indah. Pemandangan hijaunya berasal dari pohon-pohon menjulang tinggi berusia ratusan tahun dan sering dikunjungi oleh turis lokal maupun mancanegara yang hendak mencari ketenangan. Mereka menyebut hutan ini sebagai lautan pohon, sesuai dari namanya, Aokigahara Jukai.

Kendati demikian, tak sedikit kejadian bunuh diri dilakukan di sana. Maka jangan heran, jika tempat ini kemudian mempunyai nama lain yang terdengar kurang menyenangkan, hutan bunuh diri.

Kontur tanah Aokigahara dipenuhi oleh akar-akar pohon dan sangat licin. Sementara situasinya juga terbilang sepi, walau terkadang ada sejumlah pendaki di waktu tertentu. Di sisi lain, banyak orang datang bukan untuk menikmati keheningan hutan, melainkan mengakhiri hidup mereka secara mengenaskan.

Selama lebih dari lima dekade, ribuan nyawa menghilang di Aokigahara. Sebagian warga sering mengaitkannya dengan iblis dalam mitologi Jepang. Kepolisian setempat sempat mencatat sedikitnya ada 247 orang yang berusaha bunuh diri di tempat itu, dan 54 di antaranya benar-benar tewas.

Pengelola hutan memasang tanda di arah masuk, bertuliskan: “Pikirkan tentang orang tua, saudara atau anakmu. Jangan menderita sendirian dan cobalah meminta tolong”. Sementara kepolisian juga menambahkan tanda berbunyi “Hidupmu adalah hadiah dari orang tuamu”.

Pengunjung yang hendak melakukan pendakian selalu diingatkan, bahwa ada kemungkinan mereka akan melihat mayat di sana. Termasuk menemukan barang-barang peninggalan seseorang yang bunuh diri, misalnya foto, sepatu atau tas.

Mereka turut diminta agar tidak gegabah jika kemungkinan buruk itu terjadi. Profesor Ilmu Antropologi University of California, Karen Nakamura mengatakan, menemukan mayat di Aokigahara bukan hal mengejutkan. “Yang menjadi kemarahan tersendiri, yaitu ketika orang asing memilih untuk menjadikan itu hiburan atau mengambil keuntungan finansial melalui Youtube,” ujarnya.

Sekadar informasi, dari data WHO di tahun 2013, angka bunuh diri di Negeri Sakura mencapai 21,4 kematian per 100.000 orang. Angka ini merupakan rekor tertinggi jika dibandingkan negara maju lainnya. Beragam faktor membuat seseorang kemudian mengambil jalan pintas dengan bunuh diri, namun mayoritas disinyalir karena tekanan ekonomi. Penyebab lainnya yakni depresi dan sulitnya memperoleh perawatan mental yang baik.

Back to the main topic, pengelola hutan berupaya membantu misi pemerintah dalam mengurangi angka kematian agar predikat Aokigahara sebagai hutan bunuh diri segera sirna. Selain memasang tanda yang mengingatkan bahwa hidup sangatlah berharga, pengelola juga meletakkan kamera pengawas di sejumlah titik. Pengunjung diminta agar segera menghubungi otoritas setempat bila menyaksikan seseorang yang mencoba mengakhiri nyawanya sendiri.

Kisah tentang hutan Aokigahara diangkat ke layar lebar. Contohnya film The See of Trees (2015) yang dibintangi oleh Matthew McConaughey dan film bergenre horor The Forest (2016), mengambil hutan bunuh diri tersebut sebagai lokasi.**GP

SHARE