Grooming Berlebih Perlahan Lumpuhkan Maskulinitas - Male Indonesia
Grooming Berlebih Perlahan Lumpuhkan Maskulinitas
MALE ID | Looks

Grooming berlebih akan membuat sisi maskulinitas Anda menurun. Meski penting dalam menunjang penampilan, tetapi sebagai pria harus tetap pada porsi yang secukupnya. Yang terpenting bisa mengatur kerapihan rambut, parfum, hingga perawatan lain yang memang lebih penting bagi pria. 

grooming-berlebih-male-IndonesiaPexels.com

Pria yang mencoba merawat kulitnya dari minyak, pori-pori, hal itu masih bisa wajar, justru kemajuan. Tetapi jika efeknya lebih terlihat feminin, itu adalah bencana bagi Anda, yang akibat dari grooming berlebih yang telah Anda terapkan pada diri sendiri. Lalu seperti apa tanda-tanda jika Anda melakukan grooming berlebih?

Penting Tapi Bukan Pilihan Utama
Grooming merupakan suplemen penting untuk gaya hidup pria agar terlihat lebih rapi dan baik di mata wanita. Tetapi,  grooming tidak harus menjadi tindakan utama. Sebagai pria dewasa yang memiliki wibawa untuk menarik di mata wanita, grooming bukanlah terpenting. Hal yang baik adalah menghabiskan waktu dengan teman-teman, bisa membagi waktu dengan hobi dan olahraga, dan memiliki pekerjaan yang stabil.

Tidak ada yang salah memang menempatkan sedikit waktu untuk menyingkirkan minyak dan jerawat pada wajah. Karena hal itu juga penting, tetapi lebih penting lagi Anda tidak harus berlama-lama memerhatikan hal tersebut jika tidak ingin perlahan melunturkan sisi maskulinitas Anda.

Menghabiskan untuk Peralatan Grooming
Grooming atau dandan memang terjangkau. Namun, jika Anda menghabiskan setengah dari orang kebanyakan, jauh lebih baik, yang terpenting Anda memiliki waktu yang cukup dan rutin. Tidak berlebih dalam merogoh kocek dalam mendapatkan semua perlengkapan grooming. Seperti untuk pembersih harian, toner, pelembab, dan pengelupas kulit untuk seminggu atau dua minggu sekali.

Jika Anda terlalu benar-benar fokus terhadap hal-hal grooming seperti itu dan tabungan Anda lebih banyak pada peralatan-peralatan dandan seperti masker, krim, dan lulur, kedewasaan Anda mungkin sudah tersesat ke dalam jurang grooming pria yang tidak perlu.  

Terpaku pada Kaca
Dibeberapa titik atau situasi, setiap pria tentu akan memperbaiki rambut atau mengagumi diri sendiri di depan cermin. Hal tersebut wajar ketika berada pada siatuasi ingin bertemu dengan klien, wanita idaman, atau pimpinan kantor. Sehingga semua harus diperbaiki. Tetapi ada yang tidak normal di  mana jika pria terus menerus menyesuaikan dirinya soal ketidaksempurnaan di depan kaca. Dengan kata lain, kerap memeriksa penampilan hingga seratus kali dalam sehari. Saat Anda telah bersikap seperti ini, perlu rasanya Anda untuk terapi kejantanan.

Operasi Plastik
Indikasi maskulinitas paling ekstrim adalah bedah kosmetik atau bedah plastik atau yang biasa disebut operasi plastik. Ketika seorang pria melakukan bedah plastik berarti ia tenggelam di bawah obsesi untuk mencapai standar yang sebenarnya akan membuatnya berbeda tapi jika dilakukan tidak pada tempatnya akibat yang bisa didapatkan bisa berbahaya.

Mungkin bagi Anda yang merasa ketampanan Anda biasa-biasa saja, dan merasa tidak puas. Mencoba untuk datang ke ahli bedah dipilih menjadi solusi, dengan melakukan beberapa perbaikan di wajah yang Anda anggap kurang yang dampaknya bisa membuat Anda nagih, hingga akhirnya Anda kehilangan ciri khas dari wajah asli dan membuat Anda menjadi sosok yang berubah 180 derajat. ** (SS)

SHARE