Sneakers, Lambang Pemberontakan Generasi Muda - Male Indonesia
Sneakers, Lambang Pemberontakan Generasi Muda
Sopan Sopian | Story

Sepatu sneakers adalah lambang pemberontakan? Anda pemakai sepatu sneakers harus tahu ini. Ditambahlagi, perkembangan Sneakers sebagai bagian dari fashion dan gaya hidup ternyata memiliki sejarah cukup panjang.

sepatu sneakers stocksnap.io

Sneakers memang sepatu yang relatif nyaman untuk digunakan sehari-hari. Kerana itulah pada April 2017 lalu, diadakan sebuah acara bertajuk Jakarta Sneakers Culture untuk mengumpukkan para pecinta sepatu sneakers yang berlokasi di Hoops Arena, Kemang, Jakarta Selatan.

Salah satu alasannya nyaman digunakan, karena sepatu sneakers memiliki bagial sol yang menggunakan bahan karet. Sehingga dapat melangkah tanpa khawatir orang lain akan mendengar langkah kaki si pemakainya. Maka dari itu, disebut sneakers yang artinya penyelinap.

Kembali pada persolan sejarah panjang Sneakers. Kemunculannya pada tahun 1800-an, jenis sepatu enak dipakai ini bukanlah sneakers namanya. Melainkan bernama Plimsolls. Selain itu, sepatu ini juga awalnya didesain untuk beach wear. Tetapi masih memiliki kekurangan, di mana antara sepatu sebelah kiri dan kanan nyaris sama.

Kemudian, pada tahun 1892, sebuah perusahaan sepatu karet, Goodyear, menciptakan suatu proses pembuatan sepatu baru dengan mencampur bahan dasar karet dengan kanvas. Hasilnya sepatu bermerk Keds muncul di pasaran. Selang beberapa tahun, Perusahaan milik Marquis M.Converse ikut meramaikan bisnis footwear.

Dalam sekejap, Convers menjadi booming bahkan menjadi ikon Amerika. Padahal awalnya sepatu keluaran Converse ini digunakan untuk pertandingan basket di Amerika. Convers All Star menjadi bintang dalam dunia sneakers pada tahun 1923 setelah pemain basket Chuck Taylor menggunakan sepatu itu untuk pertandingannya.

Kemudian, pada tahun 1950, sepatu sneakers menjadi icon jiwa pemberontak, hematnya adalah sepatu sneakers lambang pemberontakan atau rebelion sekaligus menjadi sepatu favorit remaja saat ini. Sneakers menjadi lambang pemberotankan terjadi di kalangan muda Amerika kala itu, mungkin selain gaya, sepatu ini juga gampang dibeli karena dijual denga harga yang tidak menguras dompet.

Bahkan para pemandu sorak akan memakai sweater, rok mini, dan kaos kaki lengkap dengan sneakers kanvas keluaran Keds. Ditambah lagi ada sebuah ungkapan yang dikatakan oleh selebriti Amerika, James Dean, yang kala itu mengenakan jeans dan sepatu sneakers dalam set film “Rebel without a Cause”.

Sebelum disebut sepatu sneakers lambang pemberontakan, tepatnya pada 1948 Rudolf Dassler membuat Puma Schuhfabrik. Dunia pun dikenalkan dengan Puma Atom Shoe yang saat itu dikenakan tim jerman barat dalam pertandingan sepakbola intenasional yang diadakan untuk pertama kalinya.

Kemudian, pada 1962 Phil Knight, atlet lari dari University of Portland, dan pelatihnya, Bill Bowerman, menciptakan sepatu atletik dengan biaya murah dan teknologi tinggi bernama Blue Ribbon Sports. Tahun 1968, nama BRS berubah menjadi Nike, yang sampai saat ini juga telah menjadi salah satu merek sneakers nomor satu di dunia.

Pada tahun-tahun ini Sneakers semakin digandrungi semua orang di belahan dunia. Celebrity endorsement semakin marak, dan bermunculan sneakers limited edition yang diburu para kolektor dan pecinta sepatu ini. **

SHARE