Tampil Maksimal dengan Celana Skinny - Male Indonesia
Tampil Maksimal dengan Celana Skinny
MALE ID | Looks

Barangkali Anda menganggap bahwa saat ini tak seluruh pria suka mengenakan celana skinny. Tetapi pada kenyataannya, tren celana ketat masih memiliki begitu banyak penggemar.

celana skinny - male IndonesiaPhoto by Nathan Dumlao on Unsplash

Celana skinny sejatinya merupakan celana jeans yang menunjukkan bentuk kaki penggunanya. Bukan cuma pemilik kaki kurus yang sering memakainya, melainkan juga mereka dengan tubuh dan kaki besar.

Selama Anda tahu cara memakainya, celana skinny mampu meningkatkan penampilan dan lebih modis tanpa mengabaikan faktor kenyamanan. Ditambah lagi sekarang sudah banyak skinny jeans berbahan lentur.

Sebagaimana telah diketahui bersama, outfit yang terinspirasi dari gaya kaum hipster ini mulai terkenal di era 50-an. Kala itu skinny jeans adalah simbol pemberontakan dan biasa dipakai oleh pria yang menganggap dirinya anti-mainstream. Dua dekade berselang, kaum punk mengenakannya sebagai ikon gaya mereka.

Celana ketat telah menduduki barisan terdepan dalam dunia mode. Pada tahun 2018, mengenakan skinny jeans tak lagi dianggap ketinggalan zaman. Menurut Rachel Morgans, Direktur Bidang Pembelian Topman, model celananya sangat fleksibel. Karena bisa dipadukan dengan berbagai atasan, kaus maupun pakaian luar.

Saat hendak memilih celana skinny, ada dua hal penting yang perlu Anda perhatikan. Yaitu kenyamanan dan kualitas bahan. Faktor nyaman tak boleh diabaikan, karena celana ini akan membungkus organ vital tubuh Anda. Di samping itu, skinny jeans mudah menggesek organ vital secara langsung dan membuatnya lembap. Dalam situasi terparah bisa menyebabkan organ terpelintir.

Jika Anda tak punya banyak waktu untuk mencobanya, coba trik praktis agar kenyamanan celana teruji. “Ambil salah satu kaki jeans, tarik perlahan dari lapisan luar dengan satu tangan. Lihatlah seberapa lebar jeans yang terbentang. Baru lepaskan dan periksa, apakah jahitannya kembali ke posisi semula atau berubah,” kata Morgan.

Ia juga menambahkan, semakin dekat letak jahitan ke posisi semula, maka celana tersebut tidak akan mudah longgar di bagian lutut walau telah beberapa kali dipakai. Usai memeriksa kondisi jahitan, langkah selanjutnya yakni melakukan pengecekan terhadap berat celana. Caranya cukup mudah, gunakan ibu jari dan telunjuk agar kondisi denim dapat dirasakan.

Apabila terasa ringan dan tipis, maka celana yang Anda ukur sangat sesuai buat Anda. Namun sayang, celana seperti ini tak akan bertahan lama. Semakin tebal dan berat, maka celana bisa lebih awet, walaupun kurang terjamin kenyamanannya.**GP

SHARE