Benarkah Jarang Sarapan Menyehatkan Tubuh Anda? - Male Indonesia
Benarkah Jarang Sarapan Menyehatkan Tubuh Anda?
Gading Perkasa | Sex & Health

Sebagian besar orang, terutama pria mengaku sangat jarang sarapan di pagi hari. Alasan utama yang melandasinya antara lain karena faktor kebiasaan atau memang keengganan memasukkan makanan ke perut saat baru bangun tidur.

jarang sarapan - male Indonesia Photo by Edgar Castrejon on Unsplash

Pada dasarnya, sarapan ditujukan untuk ‘berbuka’ dari seluruh jam yang dihabiskan usai tidur semalaman. Sehingga, jika Anda jarang sarapan maka dapat membawa berbagai dampak, entah positif atau negatif.

Sejumlah studi menunjukkan, kebiasaan melewatkan makan pagi akan mengurangi asupan kalori hingga 400 kcal per harinya. Dilansir dari Prevention, hasil penelitian yang dilakukan Ohio State University yaitu berat badan seseorang memang turun ketika ia tidak sarapan dalam jangka pendek.

Ironisnya, beberapa kilogram yang hilang bukan berasal dari timbunan lemak bandel, melainkan otot. Artinya orang tersebut menjalani metode penurunan badan tidak ideal. Jika Anda mempraktikkannya, Anda lebih mudah merasa lelah dan lesu serta mengacaukan pikiran.

Baca juga: Gejala Racun dalam Tubuh yang Semakin Menumpuk

Menurut artikel dalam Proocedings of the National Academy of Sciences, para ahli percaya dengan jarang sarapan, seseorang dapat memicu kerja sel agar memperbaiki kerusakan akibat peradangan kronis, contohnya arthritis, kanker sampai penyakit jantung.

Salah satu peneliti di University of Carolina, Valter Longo menemukan fakta, bahwa melewatkan makan (sarapan, makan siang atau malam) berpotensi meningkatkan efektivitas kemoterapi. Akan tetapi, tak sedikit orang bisa mengalami pusing, sakit kepala, penurunan gula darah dan pingsan.

Hasil studi dari British Journal of Nutrition 2013 mendapati olahraga pagi sewaktu perut kosong bisa membakar lemak sebanyak 20%. Hanya saja olahraga tanpa sarapan lebih dulu berbahaya bagi kesehatan Anda. Kadar gula yang rendah lantaran kekurangan glikogen dan insulin menyebabkan Anda sulit fokus melakukan olahraga.

Pada akhirnya, pilihan terkait penting atau tidaknya sarapan kembali ke diri Anda masing-masing. Jika Anda merasa sangat lapar di pagi hari dan ingin sarapan, silahkan. Alangkah baiknya memilih menu sarapan yang lebih sehat dan kaya protein dibandingkan masakan cepat saji.

Sebaliknya, bagi Anda yang merasa tidak butuh mengonsumsi makan berat di pagi hari ada cara tersendiri. Seorang dokter spesialis gizi Josh Axe, DNM menyarankan agar memulai dari sesuatu yang kecil. Misalnya saja perbanyak protein shake atau smoothies buah segar dan mengurangi porsi makan malam serta konsumsi alkohol.**GP

SHARE