Kebiasaan Sepele yang Sama Bahayanya dengan Rokok - Male Indonesia
Kebiasaan Sepele yang Sama Bahayanya dengan Rokok
MALE ID | Sex & Health

Kebiasaan sepele dalam kehidupan Anda sehari-hari baiknya tidak diabaikan. Karena pada dasarnya, apa yang Anda lakukan bisa dibilang sama bahayanya dengan merokok menurut ilmiah. Benarkah demikian?

kebiasaan sepele - male Indonesiapxhere.com

Sudah menjadi rahasia umum jika merokok merupakan salah satu aktivitas paling mematikan di dunia medis. Walau tingkat merokok orang dewasa di seluruh dunia menunjukkan tren penurunan sejak tahun 1965, tidak serta-merta mengurangi risiko dan dampak dari rokok itu sendiri.

Berdasarkan penelitian terbaru, ditemukan bahwa ada bentuk aktivitas-aktivitas lain yang tergolong kebiasaan sepele namun seolah-olah menggantikan daya ‘membunuh’ rokok. Lebih parahnya lagi, kebiasaan tersebut rupanya adalah aktivitas yang lumrah dilakukan semua orang. Seperti dilansir dari Science Alert sebagai berikut:

Baca juga: Benarkah Pria Urban Dihantui Penyakit Hipertensi?

Kurang Tidur
Centers for Disease Control and Prevention telah menetapkan gangguan tidur atau insomnia sebagai masalah kesehatan publik serius. Profesor WHO Valery Gafarov menyampaikan, waktu tidur yang kurang berpotensi meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk stroke dan serangan jantung. Tingkatan risikonya nyaris sama dengan merokok.

Terlalu Lama Duduk
Hasil sebuah penelitian di tahun 2014 menunjukkan, duduk sepanjang hari dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker. Data dikumpulkan dari empat juta orang yang melibatkan duduk saat menonton televisi, bersantai, bekerja dan berkendara. Setiap dua jam durasi duduk kian meningkatkan risiko kanker, terlepas dari apakah orang tersebut rajin berolahraga atau tidak.

Buruknya Pola Makan
Banyak penelitian telah menemukan bahwa makanan instan, kandungan gula cukup banyak serta tinggi lemak jenuh memiliki potensi risiko penyakit kritis lebih besar daripada merokok. Penelitian tahun 2016 menemukan, tingkat kematian akibat pola makan buruk jauh lebih tinggi apabila dibandingkan kebiasaan mengonsumsi alkohol, obat-obatan terlarang, seks bebas dan tembakau digabungkan.

Berjemur
Kebiasaan sepele selanjutnya, menggelapkan kulit baik di luar maupun di dalam ruangan (menggunakan alat) ternyata berisiko lebih besar daripada merokok. Di tahun 2014, para peneliti menyatakan bahwa menggelapkan kulit memiliki risiko kanker kulit disertai tingkatan lebih tinggi daripada risiko kanker paru-paru karena rokok.

Kesepian
Mantan ahli bedah Vivek Murthy menyatakan, maraknya penggunaan media sosial mengakibatkan berkurangnya pertemuan secara langsung. Sehingga rasa kesepian dapat berakibat fatal. Sementara Profesor Brigham Young University, Julianne Holt-Lunstad, menemukan dalam penelitiannya bahwa kesepian mengurangi jangka hidup seseorang dengan tingkat keparahan sama seperti merokok 15 batang per hari.**GP

SHARE