21 Tahun Sheila On 7 di Belantika Musik - Male Indonesia
21 Tahun Sheila On 7 di Belantika Musik
Gading Perkasa | News

Perjalanan Sheila On 7 di belantika musik sudah cukup panjang menemani pendengar musik tanah air era 90an hingga 2000an. Bila menilik pada berbagai karya yang dihasilkan, mereka seolah memberi warna baru di tengah gempuran band-band cadas kala itu. Sebut saja Boomerang, Powerslave, Pas Band, Jamrud dan masih banyak lagi.

Yudha Baskoro/flickr.com

Band bergenre pop asal Yogyakarta ini didirikan pada 6 Mei 1996. Di awal kelahirannya, band beranggotakan lima anak muda dari sekolah menangah atas (SMA) yang berbeda-beda. Yaitu Akhdiyat Duta Mojo (Vokal), Eross Candra (Gitar), Saktia Ari Seno (Gitar), Adam Muhammad Subarkah (Bass) dan Anton Widiastanto (Drum). Kelimanya sepakat membentuk band bernama SheilaGank serta membawakan lagu-lagu Oasis, Bon Jovi serta U2 di berbagai pentas musik.

Setelah dua tahun malang melintang dari panggung ke panggung, tepatnya di tahun 1998 mereka menemukan sebuah perusahaan rekaman, Sony Music Indonesia. Di saat itu pula nama band seketika berubah menjadi Sheila On 7. Filosofi nama band ini merupakan perpaduan antara nama seorang teman dari ketiga personil (Duta, Adam dan Eross) bernama “Sheila” dan “On 7” yang berarti tujuh tangga nada dalam musik.

Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk merilis albumnya dan mulai dikenal masyarakat. Hanya berselang setahun dari terbentuknya nama Sheila On 7, Duta dkk menelurkan album pertama dengan judul yang sama dari nama band mereka.Single yang menjadi andalan antara lain DanKita serta Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki. Bisa dikatakan, album ini mendulang sukses besar.

Perjalanan Sheila On 7 terbilang mulus bagaikan sutra. Di tahun 2000, mereka kembali dengan album kedua bertajuk Kisah Klasik Untuk Masa Depan. Inilah album yang mengantarkan mereka berlima menjadi band papan atas tanah air. Sedangkan lagunya yang berjudul SephiaTunggu Aku di JakartaBila Kau Tak Disampingku dan Just For My Mom dinikmati kalangan masyarakat luas.

Album ketiga mereka, 07 Des (2002) mampu merambah pecinta musik negeri tetangga Singapura dan Malaysia. Melonjaknya pamor Sheila On 7 lantas membuat sutradara Upi Avianto menawarkan proyek soundtrack film sekaligus menjadi album mereka berikutnya, 30 Hari Mencari Cinta (2003).

Namun, laju mereka mulai tersendat manakala sedang merilis album kelima bertajuk Pejantan Tangguh (2004). Anton, sangdrummer terpaksa meninggalkan band karena masalah internal. Posisinya kemudian diisi oleh Brian Kresna Putro. Sementara Sakti keluar atas keinginannya sendiri demi melanjutkan pendidikan agama di kawasan Timur Tengah. Sepanjang perjalanan Sheila On 7, mereka telah menghasilkan total 10 album hingga 2014 lalu.

Prestasi band asal Yogyakarta ini tak bisa diremehkan, dengan torehan sebanyak 92 kategori. Di antaranya adalah Double Platinum Award (1999), Song of The Year MTV Ampuh (2001), AMI Awards kategori album pop terbaik (2002), Break The Record MURI untuk launching album serentak di 100 radio Indonesia (2006) dsb. Karya-karya mereka akan selalu dikenang oleh pecinta musik tanah air.**GP

SHARE